Salat Idul Adha
Jemaah Masjid Agung Sidikalang Salat di Luar Masjid, BKM: Utamakan Sunnah
Sejumlah umat muslim di Kota Sidikalang, salat di luar Masjid Agung. Pihak BKM sebut karena utamakan sunnah
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,DAIRI- Masjid Agung Sidikalang di Kabupaten Dairi turut mengadakan kegiatan salat Idul Adha berjemaah, Minggu (10/7/20220.
Namun, dalam kesempatan kali ini, jemaah yang hadir tidak salat di dalam masjid, melainkan di luar masjid.
Tampak para jemaah bersama pengurus Badan Kenazian Masjid (BKM) Masjid Agung Sidikalang, duduk beralaskan tikar sebelum pelaksanaan salat dimulai.
Baca juga: 50 Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2022 Cocok Dikirim ke Keluarga dan Sahabat via Medsos
Menurut Bendahara BKM Masjid Agung Sidikalang, Samudin Banurea, pelaksanaan salat Idul Adha sengaja dilakukan di luar masjid, khususnya di halaman karena lebih mengutamakan sunnah.
"Kita sengaja menggelar salat di halaman masjid, karena lebih mengutamakan sunnah," ujarnya.
Saat ini, kondisi masjid yang masih dalam tahap renovasi, membuat kondisi di dalam masjid tidak dapat menampung seluruh jemaah.
Meskipun nantinya sudah selesai direnovasi, Samudin juga menegaskan pelaksanaan salat Ied akan tetap digelar di halaman masjid.
Baca juga: Ini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar, Hingga Terhindar dari Kolesterol saat Menyantapnya
"Meskipun nanti sudah selesai direnovasi, kami akan tetap menggelar di halaman," terangnya.
Hingga kini, Masjid Agung Sidikalang sudah menerima lima hewan kurban berupa lembu dan 24 kambing.
Nantinya, setelah pemotongan hewan kurban, akan dibagikan kepada masyarakat yang sudah menerima kupon sebanyak 1.000 lembar.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Polres Dairi dan Dinas Peternakan Sidak Peternakan, Pastikan Bebas Virus PMK
"Setelah dipotong, akan kami berikan kepada masyarakat yang sudah didata menurut Kepala Keluarga (KK) sebanyak 1.000 lembar," tandasnya
Sementara itu, dalam pelaksanaan salat Idul Adha ini, khatib yang dibawakan oleh H Sunaryo menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim yang rela mengurbankan anaknya Ismail atas perintah Allah.
Khatib berpesan, bahwa ketauladanan Nabi Ibrahim ini patut dincontoh, karena rela mengorbankan sang anak demi perintah Agama.(cr7/tribun-medan.com)