Breaking News:

Harga Cabai

Harga Cabai di Kota Medan Setelah Idul Adha Makin Mahal

Harga cabai di Kota Medan makin mahal setelah perayaan Idul Adha. Ini beberapa penyebab naiknya harga cabai

Penulis: Diana Aulia | Editor: Array A Argus
HO
Harga Cabai Merah mengalami penurunan harga menjadi Rp 72 ribu per kilogram di Pusat Pasar Medan, Senin (4/7/2022)  

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Setelah pelaksanaan Idul Adha, harga cabai di Kota Medan makin mahal.

Saat ini, untuk harga cabai rawit sudah menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram.

Sementara harga cabai merah dibanderol Rp 80 ribu per kilogram. 

Lantas apa yang menjadi penyebab tinggi nya harga cabai? 

Baca juga: HARGA Cabai Rawit Meroket hingga Rp 92 Ribu per Kilogram

Menurut Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo, tingginya harga cabai di Sumatera Utara dikarenakan permintaan komoditas tersebut yang terus meningkat terkhusus dari luar Sumatera Utara. 

"Pada prinsipnya, produksi cabai merah di Provinsi Sumut cukup untuk konsumsi sendiri, dan dapat dijual dengan harga wajar Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram," ujarnya kepada Tribun-medan.com, Rabu (13/7/2022).

Dikatakannya, karena produksi di provinsi sekitar kurang, sedangkan permintaan meningkat, terlebih lagi umat muslim sedang merayakan Idul Adha, maka harga cabai di luar Sumatera Utara mencapai Rp120 ribu per kg.

Oleh karena itu, para pedagang membeli cabai petani atau pengepul yang ada di Sumut untuk dijual kembali ke daerah lain yang memiliki harga jual yang tinggi. 

Baca juga: Harga Cabai Merah Mahal, Pemprov Sumut Bakal Beli ke Petani, Diperkirakan Tiga Bulan Lagi Normal

"Seperti Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Barat dan di Pulau Jawa juga harga cabai mencapai sekitar Rp100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram,"

"Dengan demikian, stok cabai di Sumut menjadi berkurang, dan harga juga dinaikkan hingga harga di provinsi tetangga," ucapnya. 

Wahyu juga menyampaikan, meningkatnya permintaan dari luar daerah dapat menjadi potensi bagi Sumut untuk memproduksi cabai merah lebih banyak di beberapa wilayah. 

"Karena sebenarnya cabai merah cocok untuk dibudidayakan di Sumut khususnya di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batubara, Asahan, Simalungun, Serdang Bedagai, Karo, Pakpak Bharat dan daerah lainnya," sebut Wahyu. 

Baca juga: HARGA Cabai Merah Masih Rp 100 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun

Namun, kata dia, yang menjadi kendala adalah jika terjadi stok yang melimpah karena daerah lain juga produksinya tinggi, maka produksi cabai yang melimpah bisa membuat harga cabai sangat murah dan petani merugi. 

"Untuk itu, perlu disiapkan teknologi untuk mempertahankan kesegaran cabai melalui penyimpanan yang baik, atau pengolahan cabai menjadi cabai kering dan lain-lain," imbuhnya. 

Wahyu juga menyarankan agar masyarakat melakukan pergeseran kebiasaan untuk mengkonsumsi cabai kering sebagai pengganti cabai segar, agar permintaan cabai lebih stabil. 

"Pengenalan masakan tersebut dapat dilakukan dengan sosialisasi, perlombaan inovasi masakan, dan lain-lain." Katanya. 

Dia berharap pemerintah juga harus menolong petani untuk mengurangi kegagalan panen petani, agar produksi cabai stabil.(cr10/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved