Virus PMK

Virus PMK Mulai Masuk ke Kabupaten Dairi, 16 Hewan Ternak Bergejala

Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menyerang hewan ternak yang ada di Kabupaten Dairi.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas kesehatan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara melakukan proses vaksinasi PMK kepada sapi di peternakan Desa Klambir V, Deliserdang, Jumat (8/7/2022). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak, karena Pemprov Sumut saat ini masuk ke dalam empat besar penularan PMK tertinggi di Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menyerang hewan ternak yang ada di Kabupaten Dairi.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Dairi Ermawati Berutu mengatakan, saat ini sudah 16 hewan terserang virus PMK yang dibagi menjadi 2 kecamatan.

"Di Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo, ada 8 ekor, lalu di Desa Kaban Julu Kecamatan Lae Parira ada 8 ekor juga. Jadi totalnya 16 ekor," ujarnya kepada Tribun Medan ,Jumat (15/7/2022).

Dikecamatan Sitinjo, awalnya yang terinveksi PMK hanya 2 ekor saja. Lalu, ketika dilakukan pengecekan, ternyata bertambah 6 ekor.

"Awalnya 2 ekor, lalu ketika kami kesana membawa orang dari laboratorium balai kriteria regional 1 Sumut, bertambah 6 ekor. Jadi totalnya 8," sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan dilapangan, ditemukan luka pada bagian mulut dan kuku hewan ternak tersebut.

Selanjutnya, pihak laboratorium melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah hewan ternak.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disenfektan dan memberikan suntikan antibiotik karena suhu tubuh hewan tersebut panas.

Dirinya pun meminta kepada para peternak tidak menjual atau menyembelih hewan ternak hingga sembuh total.

"Selain itu, hewan yang terduga terinveksi itu untuk dipisahkan dulu dari rombongannya agar tidak menular ke yang lain. Memang kami lihat pun, lukanya sudah mulai kering, dan sudah mulai makan. Mudah - mudahan cepat sembuh lah," tandasnya.

Hingga kini, pihak Dinas Peternakan masih menunggu hasil pemeriksaan lab yang diperkirakan akan keluar hasilnya pada hari Selasa mendatang.

(cr7/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved