Breaking News:

Kebakaran Hutan dan Lahan

POLISI Beber Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Sitanggor Taput, Diduga Berasal dari Puntung Rokok

Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran hutan di Desa Sitanggor, Kecamatan Muara Tapanuli Utara.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Satu orang warga tewas terpanggang dalam peristiwa kebakaran hutan di Dusun Buntu Raha, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPUT - Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran hutan di Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.

Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing menjelaskan, dugaan sementara penyebab karhutla tersebut adalah bersumber dari puntung rokok.

Ia menyampaikan, puntung rokok yang masih menyala dilemparkan oleh pengendara sepeda motor yang sedang melintas dari kawasan tersebut menuju Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Baca juga: BERITA Populer Hari Ini, Batalnya Laga PSMS Kontra Gumarang FC hingga Ternak di Sergai Terpapar PMK

"Berdasarkan informasi yang kita himpun dari masyarakat, diduga dari puntung rokok pengendara sepeda motor yang hendak ke Meat," ujar Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing, Selasa (19/7/2022)?

Hingga saat ini, pihaknya masih menyelidiki identitas pelempar puntung rokok tersebut.

"Identitas belum bisa dipastikan. Masih dalam pengembangan," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Dusun Buntu Raha Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Johanson Sianturi melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing menyampaikan, satu orang warga meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan di Dusun Buntu Raha Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Taput.

"Peristiwa kebakaran hutan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, terjadi Sabtu (16/7/2022) sekira pukul 14.00 WIB," ujar Aiptu Walpon Baringbing, Minggu (17/7/2022).

"Korban meninggal dunia atas nama Natal Simaremare alias Ama Lasker (50) warga sekitar," jelasnya.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, korban meninggal dunia terlihat oleh warga sudah berada di dalam kobaran api saat para warga berupaya memadamkan api yang kian membara.

Baca juga: SEORANG Pria Dihajar Massa di Jalan Karya Jaya, Pelaku Ketahuan Mencuri di Minimarket

Saat itu, para saksi atas nama Natal Ompusunggu bersama Polin Rajagukguk (33), Lintong Aritonang (65), dan David Parlindungan Ompusunggu alias Amani Arta (32), sedang menaiki areal perbukitan untuk upaya pemadaman api.

Dari jarak sekitar tiga meter, saksi David melihat seseorang berada di dalam kobaran api setelah tergelincir dari depannya dengan posisi telentang kaki dan tangan terangkat ke atas.

Melihat hal itu, saksi David berteriak dan memberitahukan perihal tersebut kepada teman-temannya berupaya melakukan pertolongan, namun tak kuasa mendekati posisi korban akibat kobaran api yang kian membesar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved