Kerangkeng Manusia

Pekan Depan, 8 Algojo Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Diadili

Delapan tersangka kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin akan diadili

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
HO
Inilah wajah 8 tersangka kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin. Dalam kasus ini, Dewa Peranginangin terancam hukuman 19 tahun penjara 

TRIBUN-MEDAN.COM,LANGKAT - Berkas perkara dalapan tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyiksaan pada kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin telah diterima Pengadilan Negeri Langkat.

Rencananya, sidang kasus ini akan digelar pekan depan.

Adapun delapan tersangka kasus kerangkeng manusia diantaranya Terang Ukur Sembiring, Junaidi Surbakti, Iskandar Sembiring, Hermanto Sitepu, Rajisman Ginting, Hendra Surbakti, dan Dewa Peranginangin, Suparman Peranginangin.

Baca juga: Panglima Andika Tegas Pastikan 10 Prajurit TNI Bila Terlibat Kerangkeng Manusia Akan Masuk Penjara!

Kasipidum Kejari Langkat, Indra Ahmadi Effendi Hasibuan mengatakan bahwa sidang akan digelar di PN Langkat. 

"Iya benar bang. Pekan depan hari Kamis (28/7/2022)," ujar Indra, Rabu (20/7/2022).

Menurut informasi, kedelapan tersangka dijerat dengan pasal berlapis.

Tersangka SP, JS, RG, dan TS, dituntut melanggar Pasal 7 ayat (2) UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 21 tahun 2007 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 atau Pasal 333 Ayat (3) Jo, Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 333 Ayat (2) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Keterlibatan Oknum TNI dalam Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat, Pangdam I/BB: 5 Sudah Ditahan

Sedangkan tersangka HS dan IS, melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP UU Nomor 21 Tahun 2007.

Adapun Dewa Peranginangin (DP) putera Terbit Rencana dan HS melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved