Berita Sumut

Anak Bupati Langkat Nonaktif Jalani Sidang Kedua Kasus Kerangkeng Manusia

Sidang yang dilakukan secara daring diruangan sidang Prof Dr Kusumah Admadja ini, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Halida Rahardhini. 

TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Dewa Perangin-angin, anak Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin saat digiring ke mobil tahanan usai dipaparkan di aula Tribata Polda Sumut, Jumat (8/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Dewa Perangin-angin satu dari delapan tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif menjalani sidang kedua pada, Rabu (27/8/2022), di Pengadilan Negeri Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

Sidang yang dilakukan secara daring diruangan sidang Prof Dr Kusumah Admadja ini, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Halida Rahardhini. 

Bahkan amatan wartawan Tribun Medan, persidangan yang dilakukan secara daring ini, turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). 

Persidangan dibuka majelis hakim dengan mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh masing-masing Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Langkat, Gery Anderson Gultom, Randy Tumpal Pardede, dan Juanda Fadli.

Seorang penghuni kerangkeng bernama Sarianto Ginting tewas seusai dianiaya di kerangkeng milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Dalam kasus kematian Sarianto ini, Dewa Perangin-angin menjadi sosok yang turut serta menyebabkan korban tewas.

Sarianto Ginting dianiaya oleh tersangka Junalista dan Rajisman dengan cara dicambuk menggunakan selang kompresor, setelah keluarga melakukan permohonan untuk merehabilitasinya di kerangkeng karena merupakan pecandu narkoba.

"Keluarga Sarianto melakukan permohonan untuk merehabilitasi Sarianto di kerangkeng karena merupakan pecandu narkoba," ujar jaksa penuntut umum.

Akibat penganiayaan itu, JPU menambahkan, Sarianto mengalami luka-luka dibagian punggung. Namun saat itu, Dewa Perangin-angin turut menginterogasi Sarianto.

"Dewa Perangin-angin yang kesal dengan jawaban korban, lalu menyuruh Sarianto untuk memanjat besi kerangkeng. Saat itu, Dewa masih tetap menginterogasi Sarianto," ujar JPU.

Dewa Perangin-angin bersama dengan Hendra Surbakti langsung menganiaya korban. Dewa kemudian memerintahkan Rajisman Ginting untuk memasukkan Sarianto ke dalam kolam ikan yang berada di depan kerangkeng. 

Namun, tak lama, tubuh Sarianto tidak lagi muncul ke permukaan. Sehingga, saat itu tersangka Rajisman Ginting menyuruh salah seorang penghuni kerangkeng untuk masuk ke dalam kolam mencari Sarianto.

Setelah mencari cukup lama, penghuni kerangkeng melihat tubuh Sarianto sudah bersandar di saluran pipa yang berada di dalam kolam.

Sontak penghuni kerangkeng manusia lain langsung mengeluarkan Sarianto dari dalam kolam.

Setelah tubuh Sarianto diangkat dan diletakan di depan kerangkeng, Dewa kemudian mengecek denyut nadi korban. Namun, sayangnya saat itu denyut nadinya sudah tidak bergerak.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved