Tragedi Kematian Brigadir J

JEJAK Digital Obrolan Orang-orang Dekat Ferdy Sambo, Rekam 4 Titik Keberadaan Handphone

Komnas HAM mengungkapkan, saat ini telah dikantongi jejak digital berupa obrolan orang-orang dekat Irjen Ferdy Sambo, melalui telepon seluler (ponsel)

Istimewa
Kasus Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat ditarik ke Bareskrim Polri. 

Pasca konferensi tersebut, Choirul Anam pun menjadi sorotan. Ia bahkan disebut tak transparan saat menjelaskan perkembangan kasus kematian Brigadir J.

Potongan video Choirul Anam melipat kertas print out cell dump pun kini viral di media sosial. Muncul anggapan, Komnas HAM tak transparan mengusut kematian Brigadir J.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Siapa Hubungi Siapa?

Dikonfirmasi soal ini, Choirul Anam meminta masyarakat menonton video konferensi pers perkembangan penyelidikan kasus Brigadir J pada Rabu secara utuh. "Lihat (video secara) lengkap," kata Anam saat dihubungi melalui pesan singkat pada Jumat 29 Juli 2022.

Merujuk video konferensi pers tersebut, Choirul Anam menjelaskan kertas atau print out cell dump yang dia pegang, adalah catatan penyelidikan yang masih mentah dan harus dianalisis lagi.

Menurut dia, print out data cell dump berisi banyak nomor ponsel orang di sekitar lokasi orang-orang yang berkomunikasi. Jadi, tak mungkin langsung dipublikasikan.

"Itu raw material yang nanti kami analisis untuk menentukan titik-titik mana komunikasi awal yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump," jelas Anam.

Anam menjelaskan data cell dump merupakan data komunikasi dalam bentuk digital. Perlu dicatat, data tersebut tidak memuat percakapan langsung dengan bahasa manusia.

"Itu komunikasi antara teknologi dengan teknologi, bukan orang dengan orang. Jadi itu jaring laba-laba, siapa menghubungi siapa, dan siapa terhubung dengan siapa ada di situ," ucap Anam.

Choirul Anam melanjutkan, Irjen Ferdy Sambo akan diperiksa setelah semua tahapan pemeriksaan telah selesai.

"Irjen Ferdy Sambo akan diperiksa kalau tahapan-tahapan semua bahan yang kita punya selesai," katanya.

Dia menyebut saat ini pihaknya akan menyimpulkan terlebih dahulu hasil dari pemeriksaan yang sudah dilakukan.

"Misalnya dalam konteks komunikasi terekam komunikasinya kayak apa dalam konteks keterangan yang lain, keterangannya kayak apa. Dalam CCTV terekam, nanti kaya apa prosesi CCTV-nya, baru itu semua kita ambil (kesimpulan) baru kita akan manggil Irjen Sambo,"ujarnya.

Komnas HAM juga butuh pendalaman beberapa pihak sehingga, dari CCTV terus ada komunikasi (telepon) terus nanti kelengkapan keterangan, baru akan manggil Irjen Sambo,"pungkasnya.

Pesan Terakhir Brigadir J Kepada Kekasih

Sang kekasih Vera Simanjuntak disebut masih sempat berkomunikasi dengan Brigadir J pada Jumat 8 Juli 2022 pukul 16.43 WIB. "Terakhir komunikasi itu hari Jumat pukul 16.43 WIB. Ada pesan cari pengganti yang lain dan itu Brigadir J sedang menangis.  Tidak ada tanda-tanda kalau ia akan dibunuh. Jadi hanya sebatas tanya-tanya kabar saja," kata Ferdi, kuasa hukum Vera Simanjuntak, Minggu 24 Juli 2022.

Hal itu dikatakan Ferdi selesai mendampingi kliennya, Vera, menjalani pemeriksaan di Polda Jambi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved