TRIBUNWIKI
Gereta Lembu Transportasi Unik Suku Karo, Begini Cara Mengendarainya
Arti dari kata Gereta tersebut adalah kereta atau pedati ntahpun sebuah alat untuk mengangkut barang atau orang.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Siapa nih yang punya pengalaman menggunakan transportasi unik yaitu Gereta Lembu?
Nah, kali ini Tribun Medan akan membahas transportasi jaman dulu yang kerap digunakan oleh masyarakat Suku Karo.
Mengenal Gereta Lembu atau gerobak sapi, adapun alat transportasi satu ini sudah ada sejak dahulu yang merupakan kendaraan utama dan termutakhir untuk digunakan sehari-hari.
Baca juga: TRITES, Kuliner Khas Suku Karo yang Dipercaya Memiliki Banyak Khasiat, Berikut Cara Membuatnya
Arti dari kata gereta tersebut adalah kereta atau pedati ntahpun sebuah alat untuk mengangkut barang atau orang.
Dan hewan lembu digunakan sebagai penggeraknya, oleh karena itu sejak dahulu gereta lembu dijadikan transportasi yang dikenal sangat unik dan tidak ribet.
Karena pemilik gereta lembu tidak memerlukan bahan bakar, lalu tidak membutuhkan STNK maupun SIM, serta mendapat AC alami dari alam.
Hingga kini, gereta lembu dapat dengan mudah dijumpai karena masih banyak masyarakat Karo yang menjadikan transportasi ini sebagai kendaraannya melakukan aktivitas di perkebunan.
Meskipun, tak jarang banyak masyarakat Karo yang juga lebih memilih untuk menggunakan transportasi pada umumnya.
Biasanya, gereta lembu digunakan oleh pemiliknya saat ia hendak ke ladang atau kebun, dan juga sebagai transportasi untuk kembali dari kebun menuju rumah.
Uniknya, jika kita sering mengendarainya dengan tujuan yang sama, maka di hari seterusnya lembu atau kerbau sudah menghapal letak perjalanan.
Baca juga: Mbesur-besuri, Tradisi Suku Karo, Syukuran untuk Calon Orangtua
Dan sepanjang perjalanan menuju tujuan, kita hanya perlu duduk di atas gereta tersebut, dan lembu akan membawa kita dengan dengan tenang.
Lalu, bagaimana cara menyetirnya?
Nah, masyarakat Karo memiliki keunikan dari gereta lembu ini.
Kita hanya perlu tahu kata dasar ataupun perintah kepada lembu yakni kata "how" dan "is", terlihat modern dan internasional bukan?
Kata "How" dimengerti oleh lembu yang ada di tanah karo sebagai perintah untuk behenti.
Maka, jika pengendara menyebut kan kata ‘how’, otomatis lembu ataupun kerbau akan berhenti.
Dan jika pengendara menyebut kata ‘is’, maka lembu akan berjalan.
Jadi mudah bukan cara menyetirnya, begitulah mengenal mengenai gereta lembu alat transportasi Tanah Karo.
(cr9/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Perempuan-asal-Tanah-Karo-saat-menggunakan-gereta-lembu.jpg)