Brigadir J Ditembak Mati
Kamaruddin Sebut Dirinya dan Keluarga Brigadir J Ditemui Utusan Polri untuk Menutup Kasus
Kamaruddin Simanjuntak meyakini kasus kematian Brigadir J tak berhenti sebatas penetapan tersangka Bharada E.
TRIBUN-MEDAN.COM - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak memberi apresiasi kepada penyidik Bareskrim Polri atas penetapan tersangka Bharada E dalam kasus dugaan pembunuhan kliennya.
Terbaru Timsus telah memeriksa 25 personel polisi mulai dari Pati hingga Pamen dan sebagian telah dimutasi ke Yanma Polri.
Meski begitu, Kamaruddin Simanjuntak meyakini kasus kematian Brigadir J tak berhenti sebatas penetapan tersangka Bharada E. Ia yakin bakal ada tersangka lainnya dalam kasus kematian Brigadir J.
"Puji Tuhan Elohim, sekalipun terlambat, namun sikap dan tindakan penyidik menetapkan satu orang tersangka patut kita apreasiasi," kata Kamaruddin dilansir Tribun Jambi, Rabu (3/8/2022).
Di sisi lain, melalui podcast YouTube Refly Harun, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan fakta baru.
Kamaruddin menyatakan bahwa ia telah didatangi beberapa utusan dari Mabes Polri. Hal itu diduga hendak menutupi kasus Brigadir J tersebut.
Dia menjelaskan bahwa, sejumlah polisi (tidak disebutkan nama dan pangkatnya), telah datang untuk membujuk dirinya serta keluarga almarhum, agar menghentikan penyidikan tragedi berdarah di Duren Tiga, Jakarta Selatan tersebut.
“Yang dilakukan Mabes Polri adalah mengirim utusan-utusan untuk bernegosiasi dengan saya,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak, seperti yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Jumat (5/8/2022).
Akan tetapi, berapa pun nominal yang ditawarkan oleh oknum polisi tersebut, telah ditolak secara tegas oleh Kamaruddin.
Kamaruddin mengisahkan, ia juga pernah mengalami hal serupa, saat mengusut kasus Mega Korupsi Wisma Atlet Hambalang.
Diduga, utusan Presiden hingga Polisi pernah mendatangi dirinya, saat tengah mengusut kasus tersebut di tahun 2011.
“Utusan Presiden saja saya tolak. Uang puluhan milyar sampai ratusan milyar sudah saya tolak, ketika saya membuka kasus Wisma Atlet yang merembet ke Hambalang dan yang lainnya itu,”beber Kamaruddin.
Atas dasar tindakan tersebut, Kamaruddin Simanjuntak memberikan peringatan kepada Mabes Polri agar tidak mencoba untuk menawarkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum kepadanya.
“Saya tidak tergoda dengan uang dan kekuasaan,”ujarnya.
Justru Kamaruddin Simanjuntak menegaskan dia ingin memperbaiki institusi kepolisian dan negara Indonesia, dari bahayanya suap-menyuap, serta hal-hal yang melanggar hukum.
Baca juga: TEGAS KABARESKRIM Komjen Agus Andrianto: Laporan Pelecehan Seksual dan Pengancaman Akan Dievaluasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kamaruddin-Simanjuntak-kuasa-hukum-brigadir-J.jpg)