Kontroversi Tewasnya Brigadir Yosua

Pengakuan Ferdy Sambo Sudah Diperiksa 4 Kali, Benar? Ditanggapi Komnas HAM, Terkuak Oknum Ambil CCTV

Berikut perkembangan terbaru kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Jumat (5/8/2012).

Editor: Salomo Tarigan
ISTIMEWA
Irjen Ferdy Sambo 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut perkembangan terbaru kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Jumat (5/8/2012).

Irjen Ferdy Sambo mengaku sudah diperiksa empat kali terkait  tewasnya  di rumah dinasnya.

Terkini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menanggapi pengakuan Irjen Ferdy Sambo.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya belum menerima pengakuan itu dari Sambo.

Sebab, hingga saat ini Komnas HAM belum melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

"Belum, kan kami katakan kami belum periksa Ferdy Sambo," kata Taufan di Kantor Komnas HAM, Kamis (4/8/2022) kemarin.

Taufan mengingatkan agar publik tak mempersoalkan perihal Komnas HAM belum memeriksa Sambo.

Ia menegaskan penyidik tim khusus (timsus) Polri memiliki prosedur tersendiri dalam penanganan kasus tersebut dan Komnas HAM juga demikian.

"Jangan dikonfrontir kok penyidik sudah. Penyidik punya cara sendiri, Komnas HAM punya cara sendiri dengan ranahnya yang berbeda, mereka penyidikan dalam rangka menentukan tersangka atau tidak," ujarnya.

Sementara Komnas HAM, kata dia, memastikan ada tidaknya pelanggaran HAM dalam proses penanganan.

"Komnas kan tidak menentukan apakah ada pelanggaran hak asasi atau tidak, metodenya, tujuannya berbeda dalam arti ranahnya berbeda," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo akhirnya muncul di depan publik. Ia memenuhi panggilan tim khusus (timsus) yang dibentuk Kapolri untuk diperiksa terkait kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Dari pantauan Tribunnews, Ferdy Sambo tiba di gedung Bareskrim Polri pada Kamis (4/8/2022) pagi sekitar pukul 09.56 WIB dengan menumpang kendaraan minibus berwarna hitam.

Ferdy Sambo terlihat memakai seragam lengkap Korps Bhayangkara.

Ini kemunculan pertama Sambo sejak merebaknya kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinasnya di Kompleks Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Dalam kesempatan itu Ferdy Sambo mengatakan kehadirannya ke Bareskrim Polri adalah dalam rangka memenuhi pemanggilan penyidik.

Ia menyebut pemanggilan ini merupakan pemeriksaan keempat terhadap dirinya terkait kasus kematian Brigadir J.

"Saya hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan yang keempat," kata Sambo.

Sambo kemudian membeberkan bahwa sebelumnya ia juga sudah diperiksa di Polres Jakarta Selatan (Jaksel) hingga Polda Metro Jaya.

"Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, sekarang yaang keempat di Bareskrim Polri," katanya.

Atas kasus yang membuat heboh seantero negeri itu Sambo meminta maaf kepada institusi Polri.

"Selanjutnya saya juga intinya menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga. Saya selaku ciptaan Tuhan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri," ujar Sambo.

Di sisi lain ia juga menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga Brigadir J atas insiden yang terjadi di rumah dinasnya.

Belasungkawa itu diucapkannya terlepas dari apa yang telah dilakukan kepada keluarganya.

"Saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Josua. Semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan Josua kepada istri dan keluarga saya," ungkapnya.

Sambo juga meminta masyarakat sabar dan tidak memberikan asumsi liar terkait kematian Brigadir J.

"Selanjutnya saya harapkan kepada seluruh pihak dan masyarakat untuk terus bersabar dan tidak memberikan asumsi persepsi simpang siurnya peristiwa di rumah saya. Saya mohon doa," katanya.

 Oknum Ambil Rekaman CCTV

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui siapa personel polisi yang mengambil CCTV di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Kapolri menjelaskan bahwa tim khususnya sudah mengetahui bagaimana cara CCTV yang disebut rusak itu diambil.

ISI REKAMAN CCTV Di Rumah Pribadi Ferdy Sambo
ISI REKAMAN CCTV Di Rumah Pribadi Ferdy Sambo (Tribun Medan)

Dikutip dari Kompas.com, personel polisi yang mengambil CCTV tersebut saat ini sudah diperiksa.

Selanjutnya, tim khusus bentukan Kapolri akan melangkah ke tahap selanjutnya terkait kasus penembakan Brigadir J.

Misteri penyebab rusaknya CCTV disekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, yang merupakan TKP baku tembak yang menewaskan Brigadir J mulai menemukan titik terang.

Kejadian nahas itu terjadi pada 8 Juli 2022 lalu.

Pihak kepolisian diketahui telah mengantongi identitas pelaku perusakan CCTV tersebut.

CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo.
CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Dilansir dari Tribunnews, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengantongi identitas oknum polisi yang mengambil CCTV di sekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengatakan seluruh kamera CCTV di kediaman Ferdy Sambo, mati saat kejadian baku tembak yang menewaskan Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sementara, Seno Sukarto selaku Ketua RT 05 RW 01 di Kompleks Polri daerah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, mengatakan sejumlah polisi mengganti dekoder kamera CCTV yang ada di kompleks perumahan itu, satu hari setelah baku tembak terjadi.

Pada Kamis 4 Agustus 2022, Kapolri mengaku sudah tahu bagaimana cara CCTV yang disebut rusak itu diambil.

Sigit pun menegaskan, polisi-polisi yang merusak, mengambil, hingga menyimpan CCTV, semuanya sudah diketahui identitasnya.

"Ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam, dan itu juga sudah kita dalami dan kita sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilannya," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, dilansir Kompas.com.

Jenderal Sigit menegaskan semua polisi yang merusak, mengambil dan menyimpan CCTV sudah diketahui identitasnya.

Kapolri berjanji bakal membuka hasil penyidikan setelah seluruh proses dituntaskan.

 Baca juga: Kabareskrim Optimistis Usut Tuntas Tewasnya Brigadir J meski Ada Barang Bukti Rusak dan Dihilangkan

Sejauh ini, ada 25 polisi yang diperiksa inspektorat khusus (Irsus) karena diduga tidak profesional.

Mereka diduga menghambat penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Pengambil CCTV Sudah Diperiksa

Kapolri mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang terlibat terkait CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo tersebut.

"Kita sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilan dan siapa yang mengambil juga sudah kita lakukan pemeriksaan, dan saat ini tentunya kita akan melakukan proses selanjutnya," ungkapnya, Kamis, dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik akan ditindak tegas.

“Seperti yang tadi saya sampaikan nanti akan kita proses nanti berdasarkan hasil keputusan apakah ini masuk ke dalam pelanggaran kode etik maupun pelanggaran pidana,” jelasnya.

Beda Keterangan soal CCTV Rusak

Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyampaikan, sejak awal pihaknya mempersoalkan mengapa ada keterangan yang berbeda terkait rusaknya CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.

Baca juga: Terkini Nasib 25 Oknum Polisi Kacaukan Kasus Brigadir J, Komnas HAM Akan Periksa, DPR Geram

"Fokus dulu di CCTV yang sejak awal kami persoalkan itu, kok bisa dikatakan rusak dengan keterangan yang berbeda satu dengan lainnya."

"Yang satu bilang disambar petir, ADC bilang sudah rusak sejak lama," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis 4 Agustus 2022.

"Nah sekarang sudah ada indikasi kuat unsur kesengajaan. Bisa disebut sebagai dugaan obstruction of justice, upaya melawan hukum yang mengganggu proses penegakan hukum," terangnya.

Ia menyampaikan, Komnas HAM ingin tahu isi CCTV tersebut untuk memastikan apakah benar ada tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir J.

Komnas HAM akan menanyakan terkait CCTV tersebut dalam permintaan keterangan kepada kepolisian pada Jumat (5/8/2022).

Sebagai informasi, dari awal pengusutan kejadian tersebut disebutkan bahwa CCTV di rumah Ferdy Sambo dalam kondisi rusak dan sempat ada CCTV yang diganti.

Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, saat itu menyampaikan bahwa decoder CCTV di rumah Ferdy Sambo rusak.

Budhi juga pernah mengakui anggotanya mencabut dekoder CCTV di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta.

Dekoder CCTV itu diganti sehari setelah insiden penembakan yang menewaskan Brigadir J.

 KABAR TERBARU Bharada E Perlu Dilindungi agar tak Diintimidasi saat Diperiksa Kasus Brigadir J

Seperti diketahui, Brigadir J tewas pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu.

Menurut pihak kepolisian, Brigadir J yang merupakan sopir istri Ferdy Sambo itu, tewas setelah baku tembak dengan ajudan Ferdy Sambo yakni Bharada E.

Baku tembak itu disebut Polri terjadi di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Masih menurut keterangan polisi, Brigadir J tewas ditembak lantaran akan melakukan pelecehan dan penodongan pistol kepada istri Ferdy Sambo.

Kronologi singkat tewasnya Brigadir J

Berdasarkan penjelasan awal polisi, Brigadir Jtewas usai baku tembak dengan Bharada E di rumah irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Menurut polisi, baku tembak itu dipicu oleh Brigadir J yang melakukan pelecehan dan pengancaman berupa penondongan senjata ke kepala istri Irjen Ferdy Sambo, PC.

Akibat baku tembak itu, Brigadir J pun meninggal dunia.

Kendati demikian, pihak keluarga Brigadir J menilai ada kejanggalan terkait penyebab kematian Brigadir J.

Pasalnya, ditemukan sejumlah luka di jenazah Brigadir J.

Pihak keluarga pun menduga ada percobaan pembunuhan ke Brigadir J.\

Baca juga: KABAR TERBARU Bharada E Perlu Dilindungi agar tak Diintimidasi saat Diperiksa Kasus Brigadir J

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribunnews.com/ Tribun-Medan.com

Pengakuan Ferdy Sambo Sudah Diperiksa 4 Kali, Benar? Ditanggapi Komnas HAM, Terkuak Oknum Ambil CCTV

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved