Breaking News:

Berita Persidangan

PAKAI STNK Palsu, Rivaldo Divonis 6 Bulan Penjara, Mobil Fortuner Dirampas Buat Negara

"Menetapkan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Fortuner warna Hitam dirampas untuk negara," kata hakim ketua Immanuel Tarigan.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA
PAKAI STNK PALSU - Rivaldo, warga Lalang Kecamatan Medan Sunggal divonis 6 bulan penjara Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rivaldo, warga Lalang Kecamatan Medan Sunggal divonis 6 bulan penjara Pengadilan Negeri (PN) Medan setelah terbukti bersalah pakai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu atas mobil Fortuner, Selasa (9/8/2022).

Lelaki 24 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penadahan sebagaimana diatur dalam Pasal 480 (1) KUHP. Tak cuma itu, belakangan ditemukan STNK palsu.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rivaldo dengan pidana penjara selama enam bulan dikurangi selama masa tahanan sementara. Menetapkan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Fortuner warna Hitam dirampas untuk negara," kata hakim ketua Immanuel Tarigan.

Majelis Hakim dalam amarnya menuturkan adapun hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam penertiban legalitas surat-surat kendaraan.

"Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," kata hakim.

Diketahui, vonis tersebut lebuh ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina Sebayang yang sebelumnya menuntut terdakwa 10 bulan penjara.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya, terdakwa disebut-sebut membeli mobil Fortuner seharga Rp 200 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh saksi polisi English Simanjuntak yang menangkap terdakwa.

"Dari keterangan Rivaldo dibeli dari seseorang bernama Erik tanpa ada dokumen, hanya diserahkan STNK yang kita temukan palsu. Dia beli mobil Fortuner Rp 200 juta," kata saksi.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrina Sebayang dalam dakwaannya menuturkan bahwa terdakkwa diadili perkara pemalsuan surat-surat kendaraan.

JPU dalam dakwaannya menuturkan, bahwa perkara ini bermula saat anggota Polisi Dit Reskrimum Poldasu mendapat informasi dari masyarakat, bahwa terdakwa Rivaldo berada di Parkiran Focal Point, Medan Selayang menggunakan mobil Toyota Fortuner.

Dikatakan JPU, bahwa STNK dan Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran PKB/BBNKB/SWDKLLJ dan PNBP digunakan oleh terdakwa Rivaldo adalah palsu.

"Saksi-saksi lantas melakukan penangkapan terhadap terdakwa, lalu memintanya menunjukkan surat-surat mobil yang digunakannya," ujar JPU.

Selanjutnya terdakwa menyerahkan STNK dan PKB atas nama Maria Tjokromuljo dengan nomor polisi BK 1851 WT. Dari hasil pemeriksaan, bahwa nomor plat yang terpasang dan yang ada pada surat-surat mobil tersebut tidak sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved