Breaking News:

Pungli

DUA Pelaku Pungli Wisata Pemandian Sidebuk-debuk Ditangkap Polsekta Berastagi, Ini Modusnya

Polsekta Berastagi kembali mengamankan dua orang yang diduga menjadi pelaku Pungutan Liar (Pungli) di kawasan wisata Sidebuk-debuk, Berastagi, Karo

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
PUNGLI DI SIDEBUK_DEBUK - Kapolsekta Berastagi AKBP Lindung Marpaung (kiri), disamping Kanit Reskrim Polsekta Berastagi Ipda Pernandos Tua Manik (kanan), merilis dua orang pelaku yang diamankan karena melakukan Pungli menuju objek wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Polsekta Berastagi kembali mengamankan dua orang yang diduga menjadi pelaku Pungutan Liar (Pungli) di kawasan wisata Sidebuk-debuk, Berastagi, Tanah Karo.

Kedua pelaku berinisial RH dan AS ini, diketahui melakukan pungutan di jalur masuk menuju ke objek wisata pemandian air panas Sidebuk-debuk, Berastagi, Tanah Karo.

Kapolsekta Berastagi AKBP Lindung Marpaung mengatakan kedua pelaku ini diamankan atas adanya laporan dari masyarakat jika terjadi pungli di jalur masuk ke Sidebuk-debuk, Tanah Karo.

Baca juga: TERDAKWA Cabul Divonis 5,5 Tahun Penjara, Korban Teriak di Pengadilan: Saya Keberatan Pak Hakim

Dari laporan masyarakat, Lindung menjelaskan pihaknya langsung melakukan pengembangan.

"Atas laporan masyarakat, kita langsung mengamankan kedua orang pelaku ini," kata Lindung, Rabu (10/8/2022).

Dijelaskan Lindung, modus yang dilakukan oleh kedua pelaku ini yaitu meminta sejumlah uang kepada wisatawan yang akan menuju ke pemandian air panas yang berada di kawasan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka.

Diketahui, jalur menuju ke objek wisata tersebut menang melintasi Desa Doulu.

Baca juga: HASIL Akhir Laga PSDS Deliserdang vs PS Sergai 3-1, Traktor Kuning Turunkan 2 Pemain Naturalisasi

"Mereka memberhentikan wisatawan lokal mampu luar daerah, dengan melakukan pengutipan meminta uang kepada wisatawan sebesar 10 ribu rupiah setiap orangnya," katanya.

Ketika ditanya perihal jam operasional para pelaku, Lindung menjelaskan saat dilakukan pemeriksaan ternyata pelaku melakukan pengutipan di jam-jam kecil.

Seperti mulai dari pukul 00.00 WIB dini hari hingga pukul 06.00 WIB pagi.

Atas perbuatan yang dilakukan, keduanya akan dipersangkakan dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

(mns/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved