HUT Kemerdekaan RI
SEJARAH Tarik Tambang, Ada Sisi Kelam dari Kompetisi yang Diperlombakan Tiap 17 Agustus
Tarik Tambang kerap diperlombakan tiap 17 Agustus. Ternyata ada sisi kelam dari sejarah tarik tambang. Simak di sini.
Penulis: Putri Chairunnisa | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com - Kurang lengkap rasanya jika merayakan hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus tanpa menggelar perlombaan tanpa tarik tambang.
Tarik tambang merupakan permainan tradisional sederhana yang dilakukan secara berkelompok melibatkan dua tim dengan menggunakan tali tambang yang kuat sebagai alat permainannya.
Pada perayaan 17 Agustus, tarik tambang adalah salah satu perlombaan wajib yang selalu digelar, selain karena serunya sorak sorai saat dua tim adu kekuatan memperebutkan kemenangan, perlombaan ini juga dapat memperkuat solidaritas.
Baca juga: STADION Teladan yang Jadi Markas PSMS dan Karo United Diverifikasi PT LIB, Ini Hasilnya
Di Indonesia, tarik tambang memiliki sejarah yang kelam dimana pada zaman penjajahan, para penjajah menyuruh masyarakat Indonesia melakukan kerja berat dengan menarik suatu benda seperti batu, pasir, dan benda-benda berat lainnya menggunakan tali tambang.
Pada suatu hari karena kurangnya hiburan saat itu, para pekerja yang sedang menarik tali tambang menjadikannya lelucon dan menjadikannya sebuah perlombaan hingga saat ini.
Perlombaan tarik tambang melibatkan melibatkan dua tim yang berisi 5 atau lebih peserta.
Dalam permainan tarik tambang, kedua tim dihadapkan dengan posisi yang berlawanan sambil memegang erat sebuah tali tambang.
Baca juga: DAFTAR 31 Polisi yang Diduga Terlibat Pelanggaran Kasus Tewasnya Brigadir J, 21 dari Divpropam Polri
Di tengah kedua tim terdapat garis yang menjadi penanda perbatasan kedua tim dimana nantinya kedua tim akan menarik tali tambang sekuat mungkin sampai regu lawan melewati garis pembatas.
Ketika salah satu tim melewati garis batas lawan maka tim tersebut akan dinyatakan kalah
Dibutuhkan strategi dan kerjasama tim yang baik dalam perlombaan ini.
Selain kekuatan tarikan dan pertahanan tumpuan kaki masing-masing pemain, penempatan urutan pemain pada setiap tim juga merupakan taktik jitu dalam perlombaan tarik tambang.
Bagi kesehatan, tarik tambang bermanfaat untuk melatih kekuatan otot kaki dan lengan, memperbaiki postur tubuh dimana terjadi latihan tubuh bagian yang sangat baik untuk otot di sekitar dada, bahu, lengan bawah dan bagian inti. Tarik tambang dapat membantu tubuh membakar kalori menjadi energi.
Di samping itu tarik tambang juga dapat menghilangkan stress karena saat bermain, setiap pemainnya akan cenderung memfokuskan emosi pada keinginan untuk menang.
Nah, hal ini akan membantu melepaskan stres secara tak langsung.
Sedangkan bagi kehidupan sosial, tarik tambang bermanfaat untuk mempererat hubungan, mengajarkan sifat suportif, kerjasama dan kepemimpinan dalam mengatur strategi serta mendengarkan pimpinan untuk menjalankan strategi yang telah dirembukkan.
Perlombaan tarik tambang yang dilakukan sekarang menggambarkan bagaimana kerasnya perjuangan para pahlawan dan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan melawan penjajah dahulu.
(cr32/tribun-medan.com)