Keluarga Ferdy Sambo di Sulsel
Beredar Permohonan Maaf Keluarga Ferdy Sambo dari Sulawesi Selatan, Ibunda Mengurung Diri
Isi surat permohonan maaf dari ibunda Ferdy Sambo viral di media sosial. Ferdy Sambo memang sudah ditahan di Mako Brimob sebagai tersangka pembunuhan
Namun, saat naik ke kelas dua, keduanya tak sekelas lagi lantaran memilih jurusan yang berbeda.
Ferdy Sambo memilih jurusan Biologi, sementara Agussalim memilih jurusan Fisika.
Ferdy Sambo sendiri memilih jurusan biologi sebab ia memiliki cita-cita untuk menjadi dokter.
Namun, cita-cita utamanya tetap menjadi polisi.
"Naik kelas dua, dia (Ferdy) ambil jurusan Biologi karena selain pengen jadi polisi dia pengen jadi dokter," ucap Agussalim.
"Dia bilang itu waktu, kalau saya (Ferdy) tidak lulus Akabri saya mau masuk jadi dokter.
Kalau saya masuk Fisika karena mau masuk perkapalan," kenangnya.
Kendati beda kelas, Agussalim mengaku tetap berhubungan baik dengan Ferdy Sambo.
Bahkan, keduanya sering bermain bersama dan bersahabat hingga kini.
"Kita beda kelas tapi kita tetap main sama-sama, bimbingan belajar sama di Bawakaraeng karena sudah sahabat sejak kelas satu," bebernya.
Sudah berbakat jadi polisi sejak dini, Ferdy Sambo rupanya murid yang selalu disiplin.
"Ferdy itu selama di SMA itu memang orangnya disiplin. Saya tidak tahu dari mana sikap kedisiplinan itu, apakah dari keluarganya atau karena cita-citanya jadi polisi," kata Agussalim.
Kedisiplinan itu bahkan membuat suami Putri Candrawathi ini dipercayai menjabat sebagai ketua kelas dari kelas satu hingga kelas tiga SMA.
"Yang pertama itu, dia terpilih ketua kelas waktu kelas satu karena dikenal tegas dan suaranya lantang," ujarnya yang merupakan Alumni Smansa91.
"Naik kelas dua di (jurusan) Biologi, dia (Ferdy) juga terpilih jadi ketua kelas, kelas tiga juga begitu," sambungnya.
Setali tiga uang dengan Andi, Agussalim mengatakan bahwa Sambo tak pernah memukul orang lain semasa sekolah.
Bahkan, Sambo hampir tak pernah melakukan kenakalan remaja seperti anak-anak SMA lainnya.
"Kita ini dulu sering bolos apa segala macamnya, dia itu jarang begitu-begitu, bahkan tidak pernah bolos," kenangnya.
"Tidak pernah itu dia (Ferdy) bermasalah fisik sama teman-teman atau memukul junior-junior pun tidak pernah, baik, orangnya bergaul," terangnya.
Karena itu, saat mendengar Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J, Agussalim kaget.
"Gak nyangka aja," ucapnya.
Ia menduga ada pemicu yang membuat Ferdy Sambo sampai melakukan hal tersebut.
"Saya kira kejadian ini adalah melampaui batas kesabaran kita sebagai lelaki Makassar," tandasnya.
(*)
Sebagian artikel sudah tayang di tribun-timur.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Istri-Ferdy-Sambo-Kadiv-Propam.jpg)