Berita Persidangan

TIADA Ampun, Kurir Sabu Asal Sergai dan Lampung Tetap Divonis Hukuman Mati di PT Medan

Dua terdakwa kurir sabu 49 Kg tersebut, tetap dijatuhi vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA
Sidang vonis 2 kurir sabu Khoirul Fahmi alias Fahmi dan Muhammad Dedi alias Dedi di Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Upaya banding yang dilakukan terdakwa Khoirul Fahmi alias Fahmi (28) warga Desa Palas Pasemah, Provinsi Lampung dan Muhammad Dedi alias Dedi (36) warga Dusun Gelam II, Kabupaten Serdang Bedagai rupanya tak berbuah manis.

Pasalnya dua terdakwa kurir sabu 49 Kg tersebut, tetap dijatuhi vonis hukuman mati oleh Majelis Hakim banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

"Menerima permintaan banding dari terdakwa dan penuntut umum. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 495/Pid.Sus/2022/PN Mdn tanggal 7 Juni 2022 yang dimintakan banding tersebut," kata hakim ketua Agus Rusianto dalam amarnya sebagaimana dilansir Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Sabtu (20/8/2022).

Baca juga: NIKITA Mirzani Tulis Kalimat Mesra untuk Sambo hingga Banjir Komentar Netter: Pak Sambo Ku Sayang

Majelis hakim menilai, keduanya telah memenuhi unsur bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

"Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan," kata hakim

Diberitakan sebelumnya, bahwa Majelis Hakim PN Medan yang diketuai Immanuel Tarigan menjatuhkan para terdakwa dengan pidana mati.

Dalam amar putusannya, majelis hakim mengatakan adapun hal yang memberatkan perbuatan kedua terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika.

Baca juga: AHLI Hukum UISU Sebut Putri Candrawathi Biarkan Pembunuhan, Jerat Pasal Pembunuhan Berencana

"Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan," pungkas hakim Immanuel.

Putusan majelis hakim sama (conform) dengan tuntutan JPU Rehulina Sembiring yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana mati.

Sementara itu, dakwaan JPU Rehulina Sembiring mengatakan perkara ini berawal, Minggu, 23 Januari 2022, sekitar pukul 03.30 WIB, tim Ditresnarkoba Polda Sumut menerima informasi tentang seseorang hendak mengantarkan paket narkotika menggunakan 1 unit mobil Toyota Kijang Innova Warna Silver BK 1568 JP yang melintas di jalan Pabrik Tenun, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan.

Baca juga: SOSOK AKBP Arif Rachman Arifin, Polisi yang Menghalangi Penyidikan Brigadir J Kini Terancam Pidana

"Menanggapi itu, petugas kepolisian menuju lokasi dan melakukan penindakan dengan menyalip untuk menghentikan mobil yang dikendarai oleh terdakwa Dedi. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 1 buah tas berisikan 18 kilogram sabu dari dalam mobil yang dikendarai terdakwa Dedi," sebut JPU Rehulina Sembiring.

Selanjutnya, sambung JPU, petugas kembali melakukan pengembangan dengan menangkap terdakwa Khoirul Fahmi yang mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna hitam BK 1589 QH berhenti di pinggir Jalan Sahata, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.

"Dari dalam bagasi belakang mobil disita 2 buah tas jinjing plastik corak kotak-kotak masing-masing berisi 19 bungkus plastik diduga Narkotika jenis sabu dengan total seberat 31 kilogram," urai JPU.

Saat diinterogasi, kata JPU, terdakwa Fahmi mengakui bahwa barang bukti narkotika yang disita total sebanyak 49 kilogram yang dikemas dalam plastik teh cina warna hijau merk QINGSHAN adalah milik Faisal dan Peranan kedua terdakwa sebagai kurir. Kedua terdakwa dijanjikan upah sebesar Rp100 juta apabila sabu tersebut laku terjual.

"Selanjutnya, kedua terdakwa beserta barang bukti 49 kilogram sabu yang disita dibawa ke Direktorat Reserse Narkotika untuk penyidikan lebih lanjut," pungkas JPU Rehulina Sembiring.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved