Medan Terkini

DUA Pembunuh ASN Pemkab Asahan Pincang Kakinya Ditembak Polisi

Dua orang abang beradik diringkus oleh pihak kepolisian, setelah membunuh ASN Pemkab Asahan bernama Abdul Aziz Rambe.

Tayang:
TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH
DUA PEMBUNUH ASN PEMKAB ASAHAN - Kedua pembunuh ASN Pemkab Asahan, Abdul Azis Rambe dihadirkan dalam konferensi pers di halaman Polrestabes Medan, Selasa (23/8/2022). Keduanya berstatus abang beradik. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pembunuh diringkus oleh pihak kepolisian, setelah membunuh ASN Pemkab Asahan bernama Abdul Aziz Rambe.

Dua pembunuh ASN Pemkab Asahan ini ternyata abang beradik.

Dua pembunuh ASN Pemkab Asahan ini adalah KA warga Aceh Barat Daya dan A warga Aceh Selatan.

Dua pembunuh ASN Pemkab Asahan ini pelaku sempat beberapa pekan melarikan diri, hingga akhirnya dibekuk oleh pihak kepolisian.

Baca juga: SULE Angkat Bicara soal Isu Kehamilan Nathalie Holscher: Itu Hoaks, Berita Bohong

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda, mengatakan kejadian pembunuhan tersebut terjadi, pada Sabtu (23/7/2022) lalu.

Abdul Aziz Rambe, ASN Pemkab Asahan diduga dirampok dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di jalan tol
Abdul Aziz Rambe, ASN Pemkab Asahan diduga dirampok dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di jalan tol (HO)

Korban dihabisi oleh dua pelaku ini disebuah rumah di kawasan Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, tidak jauh dari lokasi jenazah ditemukan.

Lalu, jenazah korban baru ditemukan pada Selasa (2/8/2022) silam.

"Kejadian itu duga terjadi pada tanggal 23 Juli dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 2 Agustus," sebutnya.

Baca juga: FITUR Baru WhatsApp, Sekarang Kamu Bisa Urutkan Pesan yang Belum Dibaca Lebih Cepat

Ia mengatakan, setelah jenazah ditemukan lalu keluarga korban membuat laporkan peristiwa itu ke Polrestabes Medan.

"Lalu kita mendapatkan laporan ini dari keluarga, untuk pelaku berhasil kita ungkap inisialnya KA warga Aceh Barat Daya, dan yang kedua inisial A dari Aceh Selatan," tuturnya.

Valentino mengungkapkan, untuk motif kejadian tersebut merupakan perampok. Dimana, kedua pelaku ini melarikan mobil korban, setelah menghabisinya.

"Sementara motif yang kami dalami adalah keinginan dari para pelaku ini untuk mengambil barang milik korban, yaitu mobil korban," ungkapnya.

Lalu, saat disinggung soal kabar yang beredar bahwa peristiwa pembunuhan tersebut diakibatkan oleh hubungan asmara.

Mantan Dirlantas Polda Sumut ini mengaku, masih akan melakukan pendalaman lagi terkait kabar tersebut.

"Ini motifnya masih kita dalami, sementara yang kita dapat mobil ini dibawa pada saat kejadian itu. Sebelumnya memang mereka saling kenal, makanya terjadi di rumah dekat TKP," ucapnya.

Lebih lanjut, Valentino mengatakan, atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 338 Jo 55 dan 56 dan juga pasal 365 ayat 3 dan 4.

"Hukumannya di atas sembilan tahun penjara," katanya.

KONDISI Mayat ASN Pemkab Asahan Diungkap Polisi, Sudah Membusuk dan Sulit Dikenali

Jenazah Abdul Aziz Rambe, ASN Pemkab Asahan ditemukan dalam keadaan telah membusuk di kawasan Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa saat dikonfirmasi.

Foto Abdul Aziz Rambe semasa hidup. Abdul Aziz Rambe diduga menjadi korban perampokan setelah jasadnya ditemukan tewas di Jalan Tol di Kabupaten Deliserdang.
 
 
 
Foto Abdul Aziz Rambe semasa hidup. Abdul Aziz Rambe diduga menjadi korban perampokan setelah jasadnya ditemukan tewas di Jalan Tol di Kabupaten Deliserdang.       (Tribun Medan/HO)

Baca juga: RAFATHAR Pilih Bawa Bekal dari Rumah ketimbang Jajan di Luar, padahal Nagita Beri Uang Saku

Ia mengatakan, saat pertama kali ditemukan jasad ASN tersebut telah membusuk dan sudah tidak dikenali lagi.

"Kondisi mayat sudah membusuk, tidak bisa dikenali. Kita lakukan pencarian identitas dengan menghubungi Kepling, Lurah dan tokoh pemuda sekitar," kata Fathir kepada Tribun-medan, Minggu (7/8/2022).

Fathir menjelaskan, saat ditemukan memang petugas sempat kesulitan mengidentifikasi jasad korban, karena telah membusuk.

Baca juga: TRAGIS, Kakak Beradik Tewas saat Hadiri Pemakaman Adat Batak Sari Matua, Duka Bertimpa Duka

"Memang dari sidik jarinya nggak bisa kita ambil karena sudah melepuh, wajahnya juga sudah tidak bisa dikenali. Tapi memang ciri-cirinya ada terlihat," sebutnya.

Dikatakannya, jasad yang ditemukan itu langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan.

Selang beberapa hari, pihaknya mendapatkan informasi dari keluarga korban yang meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Abdul Aziz Rambe.

"Kemarin ada keluarga yang menyatakan keluarganya hilang, kemudian kami tindaklanjuti dengan memperlihatkan ciri-ciri fisik. Kalau pihak keluarga sudah menyatakan kalau jenazah ini bapak itu (Abdul Aziz Rambe)," bebernya.

Baca juga: BHARADA E Ungkap Kematian Brigadir J, Ngaku Tembak dari Dekat hingga bukan Ajudan Irjen Ferdy Sambo

Lebih lanjut, ia mengatakan meski demikian pihaknya masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan apakah memang benar jenazah tersebut merupakan ASN Pemkab Asahan yang sempat dilaporkan hilang.

"Kita harus memastikan lagi, mendalami lagi. Kalau untuk identitas aslinya kami kan menunggu dari hasil autopsi," ungkapnya.

Fathir juga mengungkapkan, bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian dari korban.

"Karena kondisi jenazah sudah mulai membusuk, tapi kita menunggu hasil autopsi bagaimana hasilnya nanti akan disampaikan dokter kalau dia meninggal karena apa," katanya.

Mantan Kapolsek Medan Baru ini juga menyampaikan, dari hasil autopsi nantinya pihaknya juga akan melakukan penindakan lebih lanjut untuk mengungkap kematian korban.

"Dengan hasil autopsi itulah selanjutnya akan bisa kita tindaklanjut. Sejauh ini belum bisa kita berikan dugaan apapun, yang pasti sekarang untuk identitas sudah kita ketahui," ujarnya.

"Sekarang kita lakukan penyelidikan selanjutnya, kenapa dia bisa nggak ketemu di rumah, ini proses penyelidikan berjalan. Terhadap jenazah kita lakukan autopsi," sambungnya.

Ia juga membeberkan, saat ditemukan jasad korban dalam keadaan terlungkup di dalam parit.

Saat ditemukan, jenazah hanya memakai celana hitam pendek dan tidak ada ditemuan sejumlah barang berharga miliknya.

"Kalau di TKP nggak kita temukan yang mencurigakan, tapi kondisi jenazah begitu kita temukan itu terlungkup di dalam parit. Nggak ada barang berharga, disitulah kesulitan kita untuk mencari identitas nya kemarin. Cuma ada celana hitam pendek saja, tanpa memakai pakaian," kata Fathir.

Sebelumnya, korban sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak Kamis (21/7/2022) silam.

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa, pada Selasa (2/8/2022) lalu, di kawasan Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan.

(cr11/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved