Breaking News:

Kerangkeng Maut

LPSK Hadirkan Saksi, Personel Brimob Bersenjata Bersiaga di Depan Ruang Sidang Kerangkeng Maut

Pintu masuk ke PN juga diberlakukan buka tutup dan ditongkrongi personil kepolisian baik berpakaian sipil maupun seragam.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
HO
Personel Brimob bersenjata laras panjang bersiaga di depan ruang sidang kasus kerangkeng Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-Angin, Rabu (24/8/2022).  

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Sidang kasus kerangkeng maut Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-Angin di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kali ini mendapat penjagaan ketat dari personel kepolisian, Rabu (24/8/2022). 

Amatan Tribun Medan dilokasi, selain personel Polres Langkat, tampak Personil Korps Brigade Mobile (Brimob), bersenjata laras panjang juga terlihat melakukan pengawalan. 

Pintu masuk ke PN juga diberlakukan buka tutup dan ditongkrongi personil kepolisian baik berpakaian sipil maupun seragam.

Baca juga: Hakim dan Jaksa Gelar Sidang Lapangan di Kerangkeng Manusia Terbit Rencana Peranginangin

Sidang sendiri sudah berjalan sebanyak enam kali. Dan kali ini menghadirkan saksi-saksi yang dibawa oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Halida Rahardhini dan Hakim Anggota Andriansah serta Dicki Irvandi. 

Ada delapan saksi yang dimintai keterangan dalam sidang. Para saksi ini dimintai keterangan untuk nantinya disimpulkan untuk memutuskan tiga perkara yang salah satu terdakwa anak kandung Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin

Nomor tiga perkara terdaftar dengan nomor perkara 467/Pid.B/2022/PN Stb, atas nama Terdakwa Dewa PA, dkk dan 468/Pid.B/2022/PN Stb atas nama Terdakwa Hermanto Sitepu alias atok, dkk serta 469/Pid.B/2022/PN Stb atas nama Terdakwa Terang Ukur Sembiring alias Terang, dkk. 

Kepala Bagian Oprasional (Kabag Ops) Polres Langkat Kompol Aris Fianto mengakui, jika pengamanan dari personil Brimob, sesuai permintaan dari LPSK. Sedikitnya ada sekitar 10 personel berpakaian dinas dan dilengkapi laras panjang untuk melakukan pengamanan jalannnya sidang. 

"Kalau dari personil Polres Langkat baik itu dari Unit Intelkam, Satreskrim dan Shabara ada sekitar 30 personel yang diterjunkan. Kalau dari Brimob, sesuai permintaan LPSK ada 10 personel yang ikut melakukan pengawalan jalannya sidang," ujar Aris. 

"Sejauh ini, sidang berjalan lancar tanpa ada sedikitpun gangguan. Dengan ada pengawalan ini, diharapkan seluruh proses jalannya persidang dapat terus berjalan aman dan kondusif," sambungnya. 

Untuk diketahui, para terdakwa masing-masing Dewa Perangin-angin yang merupakan anak kandung Terbit Rencana Perangin-angin bersama Hendra Surbakti didakwa dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 KUHP. 

Baca juga: Penasehat Hukum Tolak Keterangan Saksi, Keberatan Soal Topeng di Sidang Kerangkeng Manusia

Sementara terdakwa Terang Ukur Sembiring, Junalista Surbakti, Suparman Peranginangin, dan Rajisman Ginting didakwa dengan Pasal 7 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 7 ayat (2) UU TPPO jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Untuk terdakwa Hermato Sitepu dan Iskandar Sembiring didakwa dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Mencuatnya kasus ini setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

(cr23/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved