Penyair dan Deklamator Bicara Medan, Gelar Baca dan Musikalisasi Puisi
Ratusan penonton yang didominasi kalangan anak muda Medan itu pun larut menyaksikan puisi yang ditampilkan para penyair
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Forum Kesenian Medan (FKM) menggelar Pentas Baca dan Musikalisasi Puisi. Perpaduan harmonis seni puisi dengan musik dan teater yang menonjolkan tema nasionalisme dan cinta tanah kelahiran. Acara ini berlangsung di Museum Negeri Sumut Jalan HM Joni Medan, Rabu (31/8/2022).
Ratusan penonton yang didominasi kalangan anak muda Medan itu pun larut menyaksikan puisi yang ditampilkan para penyair, teaterawan, dan musisi tersebut.
Pergelaran bertajuk Kolaborasi Medan Berkah yang didukung penuh Dinas Kebudayaan Medan ini menampilkan pembacaan puisi oleh penyair Teja Purnama, S Ratman Suras, Suyadi San, dan Titan Sadewo.
Dengan ekspresi khas, para penyair ini mengetengahkan kesejarahan dan kekinian Medan yang mengandung harapan kebaikan pada kota yang mulai dibuka oleh Guru Patimpus di pertemuan Sungai Deli dan Babura.
Selain penyair, pergelaran menghadirkan lima deklamator andal Medan yakni Abdul Razak Nasution, Susi Suhaimi, Rahmi Avira Elka Nasution, dan Eva Susanti.
Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kadis Kebudayaan OK Zulfi mengapresiasi kegiatan seni yang dihelat FKM ini.
Baca juga: Dinikahi Komisaris PT Antam, Intip Gaya Bella Saphira Saat Sambangi Makam Penyair Legendaris Persia
"Kata orang bijak, hidup tanpa seni ibarat sayur tanpa garam, pasti akan terasa hambar. Jika ilmu pengetahuan dan teknologi dibutuhkan untuk menutrisi otak manusia, maka seni dibutuhkan sebagai nutrisi jiwa manusia," ungkap Zulfi.
Dia berharap, pergelaran ini makin memacu dan memicu para seniman makin giat berkarya untuk menunjukkan eksistensi dan kepedulian terhadap kemajuan dunia seni Indonesia. Diharapkannya pula, pada masa masa mendatang, kerja sama yang telah terjalin cukup erat antara Pemko Medan dengan seniman akan makin ditingkatkan secara lebih intensif lagi.
"Kita berharap antara Medan dan provinsi bisa berkolaborasi, jangan hanya sampai di sini karena kita lihat kan budaya puisi dan sebagainya ini makin lama makin berkurang jadi dengan diselenggarakan kegiatan seperti ini harapannya lebih baik generasi muda, jadi lebih paham dengan kegiatan sastra," ujarnya.
Ketua FKM, Porman Wilson Manalu mengatakan, Gelar Baca dan Musikalisasi Puisi ini merupakan salah satu dari beberapa program kerja yang dilaksanakan tahun ini.
"Progam ini mendapat dukungan penuh dari Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan Medan," ucapnya.
Dia menerangkan, dalam pergelaran ini FKM mengetengahkan spirit kolaborasi dalam perjuangan meraih keberkahan. Kolaborasi para penyair, deklamator, musisi, dan teaterawan dalam pertunjukan ini, terang Porman, membuat pesan-pesan yang terkandung dalam puisi-puisi sampai lebih optimal kepada penonton.
"Kegiatan pentas baca dan musikalisasi puisi ini diisi oleh 10 penyair dan ada dua kelompok musikalisasi puisi. Tema kita ini soal Medan jadi puisinya pun semuanya tentang Medan," jelas Porman.
Pada bagian lain Porman mengatakan, kolaborasi ini juga menjadi spirit dalam FKM. Diterangkannya, FKM ini merupakan wadah berbagai seniman dari berbagai cabang seni, antara lain sastra, teater, tari, rupa, juga musik.
"Karya-karya seniman Medan, sejak dulu hingga sekarang tidak kalah dengan kota-kota lain di Indonesia. Kolaborasi antarseniman andal ini diharapkan memberikan kontribusi pada pembangunan sektor budaya di ibukota Sumatra Utara ini," ungkap sutradara Teater QUE pernah menghebohkan teater Indonesia dengan karyanya Dialog Kursi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penyair-Seniman.jpg)