Tekan Angka Kematian Ternak dan Dukung Ketahanan Pangan, Mahasiswa FIK UPH Medan Implementasikan IoT

Mahasiswa FIK UPH Kampus Medan Tekan Angka Kematian Ternak dan Dukung Ketahanan Pangan melalui Implementasi IoT di Peternakan Arjuna Farm Deli Serdang

Editor: Ismail
Tribun Medan/HO
Tim Pengusul didampingi Dosen Pendamping bersama Peternak Arjuna Farm 

TRIBUN-MEDAN.COM, DELI SERDANG - Kendala yang sering dihadapi oleh para peternak domba dan kambing adalah pengelolaan pembibitan, pembiakan, dan juga pengelolaan kesehatan ternak. Seiring dengan berkembangnya sebuah usaha peternakan, maka dibutuhkan pengelolaan yang lebih detail dan treatment khusus pada setiap ternak. Kesalahan dalam pemberian treatment dapat menyebabkan tumbuh kembang dan juga masa pembiakan ternak menjadi tidak optimal.

Melihat permasalahan yang terjadi, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Kota Medan berinisiasi untuk berkontribusi pada masyarakat dengan cara mengimplementasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu peternak dalam mengelola ternak.

Program ini terealisasi melalui dukungan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Diktiristek – Kemdikbudristek, di mana program ini diinisiasi oleh lima mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) UPH Kampus Kota Medan yaitu Erick Laurianto, Felice Clarissa, Felic, Erica Gracia, dan Elbert Widjaja serta didampingi oleh dosen pendamping Okky Putra Barus, S. Kom., M.M., M.T.I. Program ini berlangsung selama empat bulan, yaitu bulan Juni sampai September 2022.

Program ini dimulai dengan diskusi bersama mitra, yakni Arjuna Farm yang merupakan salah satu peternakan dengan konsep modern yang berlokasi di Deli Serdang. Dari hasil diskusi, mahasiswa semakin memahami parameter penting yang perlu dimonitor oleh peternak.

Visualisasi Teknologi yang Digunakan
Visualisasi teknologi yang digunakan

Selanjutnya mahasiswa mencoba menerjemahkannya ke dalam sebuah sistem informasi sehingga peternak dapat langsung melakukan monitoring melalui laptop terkait treatment apa saja yang sudah diberikan kepada ternak, masa-masa pembiakan ternak, dan juga kondisi status ternak secara real-time.

Program ini tidak berhenti hanya sebatas sampai pembuatan sistem, melainkan mahasiswa juga melakukan sosialisasi kepada peternak sehingga peternak mampu untuk menggunakan teknologi ini secara mandiri. Setelah melalui masa implementasi dan evaluasi selama dua bulan, maka angka kematian ternak dapat ditekan ke angka yang optimal. Sebelumnya sekitar lima ekor ternak mati setiap bulannya, tetapi kini hanya satu ekor setiap bulannya.

Selain itu pemberian treatment dapat lebih terarah sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembiakan yang akan dievaluasi di masa mendatang. Secara keseluruhan, cost yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan teknologi ini relatif tidak terlalu besar. Prototype dari luaran hasil Program Kreativitas Mahasiswa ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh para peternak lainnya serta dapat mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan kedepannya.

Implementasi, evaluasi, dan monitoring pelaksanaan program
Implementasi, evaluasi, dan monitoring pelaksanaan program.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved