Deliserdang Memilih

Dipecat Sebagai Anggota KPU Deliserdang, Mulianta Sembiring Gugat Putusan KPU RI ke PTUN

Mulianta Sembiring mempersipakan proses upaya hukum dengan melakukan gugatn ke PTUN terkait pemecatan dirinya sebagai komisioner KPU Deliserdang.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: mustaqim indra jaya
Facebook / Tribun Medan
Komisioner KPU Deliserdang, Mulianta Sembiring 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Mulianta Sembiring yang sudah dijatuhi hukuman pemberhentian tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai Komisioner KPU Deliserdang terus berjuang melawan putusan yang sudah dijatuhkan padanya.

Saat ini ia pun sedang mempersiapkan proses upaya hukum dengan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

"Masih proses administrasi sekarang ini. Kan harus Ada berkas yang juga harus dipersiapkan. Waktunya untuk melakukan gugatan ada 90 hari untuk saya. SK Pemberhentian dari KPU RI tanggal 29 Agustus itu saya terima," ucap Mulianta, Sabtu (3/9/2022). 

Baca juga: Mulianta Sembiring Ungkap Penyebab Dirinya Dipecat dari KPU Deliserdang, Masih Tunggu Putusan KPU RI

Mulianta mengaku memiliki waktu 90 hari terhitung mulai dari tanggal 29 Agustus untuk melakukan gugatan.

Meski putusan dari DKPP untuknya dibacakan pada 10 Agustus, namun SK pemberhentian dari KPU RI yang menjalankan perintah DKPP diterimanya pada tanggal 29 Agustus itu.

Ia menyebut satu hari kemudian ia pun langsung terbang ke Jakarta. 

"Saya juga sudah didampingi kuasa hukum. Jadi sekarang ini kita juga lagi di Jakarta karena yang mau digugat ini putusan KPU RI-nya. Gugatannya tidak bisa didaftarkan di Medan karena obyeknya KPU RI ini kan adanya di Jakarta. Lagi proses ini karena menurut Udang-Undang Tata Negara itu Ada beberapa yang harus dipersiapkan, salah satunya adalah sanggahan," kata Mulianta yang sebelumnya menjabat Divisi Hukum KPU Deliserdang

Karena sudah menerima SK Pemberhentian, maka dari itu yang harus dilakukan terlebih dahulu olehnya adalah sanggahan ini.

Ia mengakui proses upaya hukum ini memakan waktu dan biaya. Hal ini lantaran prosesnya dilakukan di Jakarta dan ada 9 persyaratan lain yang harus disiapkan. 

"Tapi saya ya tetap optimislah. Kan ada juga yang menang (Komisioner yang sudah diberhentikan dan menggugat ternyata menang). Contohnya Evi Novita Ginting yang KPU RI. Kemudian ada juga yang dari Papua Barat," sebut Mulianta. 

Sebelumnya Mulianta Sembiring sempat diadukan ke DKPP oleh salah satu masyarakat dari Kecamatan Lubukpakam dengan tudingan terlibat dengan kepengurusan partai politik.

Selain itu juga dituding menjadi salah satu orang yang mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah serta mendukung Calon DPD RI, Dadang Pasaribu di akun media sosial facebook.

Baca juga: Mulianta Sembiring Dipecat dari KPU Deliserdang, Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat

Dan dalam putusan DKPP yang dibacakan, Mulianta Sembiring disebut tidak terbukti terlibat di dalam kepengurusan partai politik, sementara tudingan mendukung salah satu pasangan Cagub dan Cawagub serta calon anggota DPD RI terbukti dan diterima.

"14 April 2019 kami dilantik (jadi Komisioner KPU Deli Serdang). Kalau dilihat dari putusan yang sudah dibacakan saya kan belum jadi penyelenggara (tudingan mendukungnya). Masa diberlakukan hukuman ketika saya belum jadi penyelenggara. Belum jadi penyelenggara tapi sudah dijatuhi hukuman penyelenggara. Makanya saya optimis ini sekarang ini," katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved