Berita Langkat Terkini

TRAGIS, Wanita Hamil 6 Bulan Dianiaya saat Coba Melerai, Minta Pendampingan Hukum P2TP2A

Korban penganiayaan yang tengah hamil 6 bulan bersama ibunya meminta pendampingan hukum ke Pusat Pelayanan Terapadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Istimewa
Ilustrasi penganiyaan 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Lia Mardiana (29) warga Dusun II, Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sunatera Utara, trauma berat.

Saat diwawancarai wartawan Tribun Medan, korban penganiayaan yang tengah hamil enam bulan ini bersama ibunya meminta pendampingan hukum ke Pusat Pelayanan Terapadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Langkat, Senin (5/9/2022) siang.

Lia mengaku masih mengalami trauma dan sakit pada bagian perutnya, sejak dipukul oleh pelaku bernama Rendi Pratama pada, Jumat (26/8/2022) lalu.

Baca juga: PRIA Diduga Lakukan Pelecehan pada Siswi SMA di Angkot Babak Belur Dihajar Massa di Jalan DR Mansyur

"Pada Waktu itu, saya mau memisahkan ibu saya (Farida Hanum) yang dianiaya pelaku bernama Mesi Andriani dan Susi Susanti. Tapi saya juga malah jadi ikut dianiaya," ujar Lia, Selasa (6/9/2022).

Lia mengaku kalau pelaku yang menganiaya ibu dan dirinya tak lain tak bukan, saudaranya sendiri.

Namun pada saat itu, Lia dianiaya oleh pelaku Rendi Pratama, dengan cara menendangi perut dan kepalanya.

Tidak sampai di situ, pelaku bernama Alif juga ikut menendangi tubuh bagian belakang dan bokongnya.

Tak ketinggalan, pelaku bernama Eka juga berperan menampar, menjambak dan menekan Lia. Akibatnya, beberapa bagian tubuh Lia mengalami memar.

Baca juga: HARGA Emas Hari Ini, Antam Alami Kenaikan dan Berada di Posisi Rp 959.298 per Gram

Hingga kini, dia masih merasakan sakit di bagian perut yang tengah mengandung.

Tak terima atas perlakuan para pelaku, Lia bersama ibu dan kerabatnya berupaya mencari perlindungan hukum. Mereka kemudian mendatangi P2TP2A Langkat meminta perlindungan dan pendampingan hukum.

"Saya datang mau minta keadilan. Semoga aparat penegak hukum bisa segera manangkap para pelaku, dan membuat laporan ke Polsek Tanjung Pura. Sebelumnya nama saya sudah ada di laporan ibu (Farida Hanum) sebagai saksi korban. Tetapi saya akan membuat laporan diri saya sendiri atas ketiga pelaku yang menganiaya saya," ujar Lia.

Sementara, pendamping dari P2TP2A Langkat Malahayati dan Evi Sukesih berharap, agar pihak berwenang memproses laporan Lia nantinya sesuai dengan prosedur.

"Kita berharap agar prosesnya sesuai prosedur. Supaya korban bisa mendapatkan haknya dengan baik," tutup Malahayati. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved