Delirama Programkan Regenerasi Musik Keroncong, Ajak Anak Muda Lestarikan Warisan Budaya

grup Musik Keroncong yang digawanginya ini memprogramkan regenerasi kepada anak-anak muda untuk mengenal dan mempelajari Musik Keroncong

Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Grup Musik Keroncong Delirama saat menggelar latihan rutin di Desa Sambirejo Timur, PasarVII, Tembung beberapa waktu lalu. Pada latihan ini, turut dihadiri mantan Bupati Sergai, Soekirman yang juga membawakan beberapa judul lagu. 

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Musik Keroncong pernah sangat populer pada zamannya. Sayangnya, saat ini banyak anak muda yang kurang familiar bahkan sama sekali tak mengenal jenis kesenian tersebut.

“Padahal Musik Keroncong itu menyebarkan semangat kebangsaan dengan lagu-lagu perjuangannya. Musik Keroncong juga menjadi salah satu musik khas Indonesia,” demikian dikatakan Pimpinan Musik Keroncong Delirama, Fahrum Permana di Medan, Kamis (8/9/2022).

Untuk itulah, lanjut Fahrum, grup Musik Keroncong yang digawanginya ini memprogramkan regenerasi kepada anak-anak muda untuk mengenal dan mempelajari Musik Keroncong. Ia berharap, dengan program tersebut, Musik Keroncong bisa lestari dan digemari ke depannya.

Dikatakan Fahrum, saat ini ada sejumlah mahasiswa dari Universitas Medan (Unimed) yang sudah bergabung dalam grup Delirama. “Awalnya mereka melakukan penelitian untuk karya ilmiah, akhirnya mereka tertarik dan bergabung dengan kita. Mereka juga sudah beberapa kali tampil bersama kami. Malah pernah ikut festival tingkat nasional dan juara satu,” jelas Fahrum.

Baca juga: Musik Kampong Siswa-siswi SMP Negeri 14 Binjai Lestarikan Budaya Melayu

Delirama Keroncong juga pernah mengikuti festival Lomba Cipta Lagu Saksi (Suara Anti Korupsi) yang diselenggarakan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) dan meraih Juara 3 untuk tingkat Regional Sumatra dengan lagu berjudul Menanti Harapan. Selanjutnya lagu berjudul Membangun Bangsaku masuk dalam album Kompilasi KPK pada tahun 2018.   

Hingga kini, Delirama masih sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ini bersama-sama melestarikan Musik Keroncong, terutama anak muda, karena di tangan anak mudalah ia berharap musik keroncong bisa lebih berkembang.

Ia mengakui, di tengah gempuran dan dinamika musik saat ini, Keroncong semakin tertinggal dan dilupakan. Apalagi, untuk bermain alat musiknya dibutuhkan latihan serius dan cukup lama, sementara saat ini sebagian besar anak muda lebih menyukai hal-hal yang praktis.   

“Musik Keroncong sering kali dianggap kuno, jadul, ketinggalan zaman, sehingga banyak anak muda yang enggan mengenal Musik Keroncong,” tambahnya.

Namun, ia tak kehabisan ide. Untuk lebih mengenalkan Musik Keroncong pada anak muda, ia bersama grupnya, kerap memainkan musik keroncong dengan lagu-lagu yang saat ini sedang populer, termasuk lagu daerah.

“Lagu Batak Mardua Holong, atau lagu yang saat ini sedang viral Ojo Dibandingke, juga kerap kami mainkan dalam Musik Keroncong. Kalau sudah begitu, biasanya anak muda langsung respons. Seperti waktu kami tampil dalam acara perpisahan anak SMP di Lubukpakam beberapa waktu lalu, kami bawakan lagu Malaysia Buih Jadi Permadani, setelah itu siswa di sana langsung pede bawakan lagu anak muda zaman sekarang,” jelasnya.

Fahrum yang sudah berusia 72 tahun ini mengatakan, Delirama Keroncong telah tampil dalam berbagai event. Yang terbaru, tampil dalam acara pelantikan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Sumut di Pekan Sarapan Kawan Lama, Pantai Labu, Deliserdang.

Selain Fahrum (cuk), anggota Delirama Keroncong lainnya adalah Erlan (pemain gitar), Saleh (bass), Lilik (selo), Hidayat (biola), Mail (cak), Bono (keyboard), Wage (vokal), Jono (vokal), Ruth (vokal), dan Lasdor (vokal).

Delirama yang berkedudukan di Tembung ini juga kerap berkolaborasi dengan grup Keroncong dari Binjai. Mereka rutin berlatih di Desa Sambirejo Timur, Pasar VII Tembung tiap akhir pekan.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved