Dugaan Provokator

DITANGKAP POLISI, Anggota DPRD Langkat Dituding Provokator, Pengacara: Terkesan Dipaksakan

Pengacara anggota DPRD Langkat menyebut penangkapan kliennya dianggap terkesan dipaksakan

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus

"Kami menilai, penyidik tidak professional dalam menjalankan tugasnya," ujar Ridho.

Terkait hal itu, tim penasehat hukum Tono sudah mendaftarkan Praperadilan (Prapid) terhadap penetapan tersangka tersebut. 

"Atas kejadian ini, kedepannya, kita khawatirkan tidak ada lagi anggota DPRD yang berani berjuang di depan garis rakyat. Karena, ada persoalan masyarakat yang bersinggungan dengan perusahaan, akan ada sanksi hukum yang menanti. Ini sangat berbahaya," ujar Ridho.

Ridho berharap, agar Kapolres Langkat, Kapolda Sumut dan Kapolri dapat meninjau ulang persoalan tersebut.

Apakah itu dengan dilakukan gelar perkara khusus atau gelar perkara ulang. 

Baca juga: Anggota DPRD Langkat Reses Pakai Sendal Jepit, Bawa Becak Barang Bagikan Beras Keliling Kelurahan

Ridho juga menilai, tim penyidik tidak memahami secara utuh persoalan yang ada. Penyidik juga terkesan tidak memahami unsur-unsur yang ada dalam pasal 160 KUHP. 

Karena, kalau Tono dituduh melakukan penghasutan, harus lah dibuktikan dulu akibat dari perbuatannya itu.

"Penetapan tersangkanya juga, kami anggap prematur atau terkesan dipaksakan. Karena tidak memenuhi unsur dan tidak ada akibat yang dapat dibuktikan oleh penyidik," ujar Ridho.

Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan Tribun Medan, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi membenarkan adanya penangkapan ini.

Polisi menuturkan ucapan Zulihartono saat itu diduga memicu terjadinya pemasangan plang dan keributan di area tersebut.

"Sehingga atas ucapan tersebut terjadi keributan dimana masyarakat protes atas pemasangan portal," kata Hadi, Kamis (8/9/2022).

Polisi menyebut, Zulihartono dilaporkan oleh seorang bernama Sudirman, karyawan PT Rapala.

Penetapan tersangka dilakukan setelah kepolisian melakukan gelar perkara serta memeriksa sejumlah saksi.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka Zulihartono disebut selalu mangkir hingga akhirnya dijemput polisi.

Polisi pun menyebut telah dilakukan upaya mediasi antara pelapor dan anggota DPRD Langkat tersebut namun tidak ditemukan titik terang.

Pelapor tetap mau melanjutkan ke proses hukum.

"Pihak pelapor tetap ingin melanjutkan proses hukum," tutup Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved