Proyek Sarat Korupsi

Gorong-gorong Senilai Rp 9,9 Miliar Ambruk Sebelum Dipakai, Kerugian Negara tak Selesai Dihitung

Proyek gorong-gorong yang ada di Kota Siantar diduga sarat korupsi karena ambruk sebelum digunakan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Proyek gorong-gorong sarat korupsi, ambruk sebelum dipakai 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR- Keberadaan proyek gorong-gorong Galvanis di outer ringroad Sta 09+310/Sta 10+150, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar diduga sarat korupsi.

Sebab, proyek gorong-gorong senilai Rp 9,9 miliar itu ambruk sebelum digunakan.

Terkait adanya indikasi korupsi ini, Kejari Siantar sudah meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Sayangnya, meski status kasusnya sudah dalam tahap penyidikan, tapi jaksa dinilai masyarakat terlalu lamban dalam menghitung kerugian negara. 

Baca juga: Kejari Siantar Tingkatkan Kasus Gorong-gorong Galvanis ke Penyidikan

Diketahui, gorong-gorong jenis galvanis tersebut merupakan proyek Tahun Anggaran 2019 untuk menghubungkan jalan outer ringroad Kota Siantar.

Hanya saja, belum lagi sempat dimanfaatkan, proyek gorong-gorong senilai Rp 9,9 miliar pun ambruk tahun 2020.

Kasi Intel Kejari Siantar, Rendra Pardede pihaknya sudah menyurati BPKPuntuk menghitung kerugian negara.

terkait ambruknya gorong-gorong tersebut.  Selain itu, Kejari Siantar juga menunggu perhitungan ahli sipil dari USU untuk melakukan penilaian terhadap kontruksi bangunan jembatan gorong-gorong Galvanis yang telah hancur,” katanya.

Baca juga: Detik-detik Pesawat SAM Air Ditembaki KKB Papua, Pilot Selamat Karena Lompat ke Gorong-gorong

"Nantinya, hasil perhitungan lapangan dari ahli sipil ini yang akan diserahkan ke BPKP," kata Rendra, Selasa (13/9/2022).

Kejari Siantar sendiri telah memeriksa mantan Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jhonson Tambunan dan memeriksa kontraktor dari PT SAMK Berman Simanjuntak.

Nantinya setelah kerugian keuangan negara dihitung oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), jaksa nantinya akan menetapkan tersangka dalam perkara hancurnya jembatan gorong-gorong galvanis tersebut. 

Sementara itu, Kontraktor PT SAMK, Berman Simanjuntak ketika dikonfirmasi mengenai penyidikan gorong-gorong Galvanis tersebut tidak menjawab.

Konfirmasi melalui WA dan telepon tidak ditanggapi.(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved