Dugaan Rudapaksa Siswi SD

Kasus Dugaan Rudapaksa Pimpinan SD Methodist 1 Medan, Kapolda Sumut: Ada Satu Kendala

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengaku dirinya menghadapi satu kendala dalam menuntaskan kasus dugaan rudapaksa siswi SD

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak saat diwawancarai soal dugaan rudapaksa siswi SD di Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan sudah bertemu dengan siswi SD, yang mengaku jadi korban rudapaksa pimpinan SD Methodist 1 Medan.

Menurut Kapolda Sumut, pertemuan antara dirinya dengan siswi SD yang mengaku jadi korban rudapaksa pimpinan SD Methodist 1 Medan itu berlangsung di markas Polda Sumut. 

Meski demikian, Kapolda Sumut tidak menjelaskan kapan pertemuan itu berlangsung.

Baca juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Siswi SD di Medan, Polisi Pastikan Dua Petinggi Sekolah Swasta Jadi Terlapor

Baca juga: Ibu yang Anaknya Diduga Dirudapaksa Pimpinan SD Methodist 1 Dihalangi Kapolda Melapor ke Jokowi

Namun menurut pengakuan I, ibu korban, bahwa pertemuan dilakukan pada 8 Juli 2022, atau sehari setelah ia berusaha menemui Presiden Joko Widodo di Belawan.

Panca menerangkan, atas pertemuan itulah kasus yang mulanya ditangani di Polrestabes Medan ditarik penanganannya ke Polda Sumut.

"Iya, saya sudah pernah ketemu sama ibu itu. Saya sudah bertanya ada masalah apa, dan makanya langkah setelah ketemu dengan ibu itu perkara kita tarik ke Polda, biar Polda yang tangani," kata Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, Selasa (13/9/2022) sore.

Polda Sumut mengaku terkendala mengungkap dugaan rudapaksa siswi SD di Kota Medan ini lantaran diduga sang ibu tidak mau melepas anaknya saat diperiksa.  

"Satu kendala yang dialami penyidik sampai saat ini adalah ketika penyidik mau berbicara dan meminta keterangan ke si anak ini ibu masih meminta untuk terus didampingi, tidak mau melepas," kata Kapolda Sumut.

Panca mengatakan penyidik Polda Sumut masih terus mendalami kasus ini.

Baca juga: Pimpinan SD Methodist 1 Ikut Dilaporkan Rudapaksa Siswi SD, Pengacara Ultimatum Hotman Paris

Baca juga: Ibu Siswi SD Korban Dugaan Rudapaksa di Medan Sebut Pernah Ketemu Kapolda, Ini yang Disampaikan

Pihaknya pun disebut akan memberikan pengertian ke ibu bocah tersebut agar anaknya bisa dimintai keterangan tanpa campur tangan si ibu.

"Itulah bagian dari proses penyidikan. Kita akan berikan pengertian kepada si ibu supaya anaknya bisa dimintai keterangan,"ucapnya.

Setelah bertemu secara langsung dengan diduga korban rudapaksa. Ia menyebut kondisi N (10) secara umum seperti anak pada biasanya.

Namun N diduga memiliki hal khusus yang tak dimiliki anak lain. 

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan polisi, ada ditemukan bekas luka robek di organ intim bocah perempuan 10 tahun tersebut.

Baca juga: Kepling dan Warga Ungkap Siswi SD Korban Rudapaksa Sudah Menghilang Lama dari Tempat Tinggalnya

Baca juga: Cerita Ibu Siswi SD yang Diduga Jadi Korban Rudapaksa di Sekolah, Sempat Ngadu ke Presiden Jokowi

Meski demikian polisi masih terus menyelidiki apakah itu baru terjadi atau bekas rudapaksa sebelumnya yang dilakukan ayahnya.

"Anaknya saya sudah ketemu ya. Kondisi anak yang jelas anak itu seperti anak biasa. Cuma memang ada tidak seperti umumnya saya lihat, memiliki hal-hal khusus la, seperti itu,"tuturnya.(cr25/tribun-medan.com

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved