Breaking News:

Pembangunan Industri Kota

Pemko Siantar Kaji Pembangunan Industri Kota Dengan Sumber Daya Lokal

Pemko Siantar menggelar Forum Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK)

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar menggelar Forum Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) Pematang Siantar pada Kamis (15/9/2022) Petang. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Pemko Siantar menggelar Forum Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK) Kamis (15/9/2022) petang.

Tujuan RPIK yakni meningkatkan pertumbuhan industri di seluruh wilayah Kota Siantar; menguatkan struktur industri dengan tumbuhnya industri kecil, menengah, dan besar  berbasis sumber daya lokal. 

Plt Kadis Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Siantar, Herbet Aruan dalam laporannya menyampaikan, yang menjadi maksud dari penyusunan RPIK adalah untuk melakukan kajian yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan menguatkan produk industri

“Penyusunan RPIK nantinya akan menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan industri, baik  kecil, menengah, dan besar di Kota Pematang Siantar,” kata Herbert Aruan. 

Sebagai acuan, kata Herbet, RPIK Siantar yang akan disusun meningkatkan penguasaan pasar di Kota Siantar terhadap impor bahan baku, barang modal, serta meningkatkan ekspor produk industri; meningkatkan pengembangan inovasi dan penguasaaan teknologi; serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang kompeten di sektor industri.

Asisten III Drs Pardamean Silaen menambahkan, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2014 tentang perindustrian, disebutkan peran pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor industri dilakukan secara terencana serta disusun secara sistematis dalam suatu dokumen perencanaan. 

Dokumen perencanaan tersebut menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan pemerintah dalam pembangunan sektor industri dan menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan industri nasional.

“Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN)  disusun sebagai amanat Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 3 Tahun 2014, dan menjadi pedoman bagi pemerintah serta pelaku industri dalam perencanaan pembangunan industri,” katanya. 

Sehingga, Pemko Siantar mencapai tujuan penyelenggaraan perindustrian, yaitu mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional; mewujudkan kedalaman dan kekuatan struktur industri; mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing maju, serta industri hijau.

Kemudian mewujudkan kepastian berusaha, persaingan yang sehat serta mencegah pemusatan atau penguasaan  industri oleh suatu kelompok atau perseorangan yang merugikan masyarakat; 

“Juga ini menjadi kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja; mewujudkan pemerataan  pembangunan industri ke seluruh wilayah guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional; serta meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan,” kata Pardamean.

"RPIK Pematang Siantar yang akan disusun, mengacu pada RIPIN dan Rencana Pembangunan Industri Provinsi Sumatera  Utara. Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110/M– Ind/12/2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Rencana Pembangunan Industri Kota," terangnya. 

Di samping itu, dalam penyusunannya harus memperhatikan RIPIN dan kebijakan industri nasional; Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota; potensi sumber daya industri daerah; Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pematang Siantar; keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan sosial; serta proyeksi penerapan tenaga kerja dan pemanfaatan lahan untuk industri.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber, yakni dari Divisi Perindag Provinsi Sumatera Utara Halizah; Plt Kepala Bappeda Kota Pematang Siantar Farhan Zamzami, dosen STIE Sultan Agung Robert Tua Siregar Phd. Turut hadir mewakili Ketua DPRD Kota Pematang Siantar Baren Alijoyo Purba SH, mewakili Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Haris Prabowo, Ketua UMKM Indonesia Bersinar Fitra, para pimpinan OPD, camat, dan lurah se-Kota Pematang Siantar.(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved