Puasa Sunnah

Macam-macam Puasa Sunnah Beserta Niat Puasanya

Puasa sunnah juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tidak setiap saat bisa dilakukan. Salah satu cara untuk mengendalikan hawa nafsu duniawi.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah |
HO/Tribun Medan
ILUSTRASI Puasa Sunnah 

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan setiap pertengahan bulan Muslim, kecuali Tasyrik dan Ramadhan.

Puasa ini berlangsung tiga hari berturut-turut, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 bulan Islam. Dari ayahnya kata Ibnu Milhan Al Qabisiy.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

NAWAITU SHOUMA GHADIN AYYAMAL BIDHI SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunah karena Allah Ta'ala.

Baca juga: Niat Puasa Weton, Jenis, Tata Cara Serta Manfaatnya

Berbeda dengan puasa sunnah atau puasa lainnya di bulan Ramadhan, dimana niatnya harus dibaca sebelum fajar, puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan setelah fajar dan niatnya adalah sebagai berikut:

NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: Saya berniat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala.

Puasa Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang hampir bisa dilakukan setiap bulan. Sunnah dari puasa senin-kamis ini tertuang seperti yang diriwayatkan Aisyah,

Rasulullah biasanya berpuasa pada hari Senin-Kamis,” [H.R. Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah].

Puasa ini dipercaya oleh umat muslim, bisa mendatangkan keberkahan dan ketenangan dalam menjalani hidup.

Selain itu, berpuasa dua hari dalam seminggu, Senin dan Kamis, bisa menjadi rutinitas yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh Anda

Niat puasa sunnah di hari Senin

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TA'ALA

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved