Breaking News

Puasa Sunnah

Macam-macam Puasa Sunnah Beserta Niat Puasanya

Puasa sunnah juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tidak setiap saat bisa dilakukan. Salah satu cara untuk mengendalikan hawa nafsu duniawi.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah |
HO/Tribun Medan
ILUSTRASI Puasa Sunnah 

Dalam hadits tersebut di atas, puasa 7 hari ini dapat ditambah dengan dua hari puasa lainnya: puasa Tarwiyah dan Arafah.

Niat puasa Tarwiyah

NAWAITU SAUMA TARWIYATA SUNNATAN LILLAHI TA'ALA.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta'ala."

Setelah membaca niat puasa, Anda bisa menjalankan sahur dan puasa tarwiah pagi-pagi keesokan harinya.

Puasa Daud

Puasa sunnah Nabi Dawud adalah puasa berselang, yaitu puasa satu hari dan tidak puasa hari berikutnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)

Niat puasa Daud

NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAL LILLAHI TA’ALA

Artinya : "Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta'ala"

Baca juga: Macam-macam Puasa Sunnah yang Dianjurkan, Berikut Niat dan Doanya

Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini digabung dengan puasa keesokan harinya, yaitu tanggal 10 Muharram. Karena orang Yahudi juga berpuasa pada hari yang sama dengan tanggal 10 Muharram.

Niat Puasa Tasu'a

"NAWAITU SAUMA GHODIN MIN YAUMI TASU'A SUNNATAN LILLAHI TA'ALA."

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta’ala.

Puasa Arafah

Puasa Arafah dirayakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa 9 hari Muharram sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak menjalankan ibadah haji.

Hari ini dikenal sebagai Hari Arafah, umat Islam yang berziarah untuk melakukan wukuf dipadang Arafah.

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata), ”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka beliau menjawab, “Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” H.R. Muslim.

Niat puasa Arafah

Nawaitu sauma arafah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta'ala."

Niat puasa Arafah ini bisa dibaca begitu selesai menjalankan ibadah puasa Tarwiyah di hari sebelumnya.

Puasa Asyura

Puasa asyura dirayakan pada tanggal 10 Muharram. Bulan Muharram memiliki keutamaan yang paling istimewa dan penuh dengan bulan Muharram. Hari itu adalah Asyura, tanggal 10 Muharram.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Niat Puasa Asyura

NAWAITU SHAUMA GHADIN 'AN ADAI SUNNATIL AASYUURAA LILLAAHI TA'AALAA.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

 (cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved