Papua

NERAKA BERSORAK! Pelajar, Doktor, hingga Pendeta Bela Tersangka Koruptor Lukas Enembe

Marinus Yaung, satu di antara akademisi yang dengan terbuka mengkiritisi sikap aneh para simpatisan Lukas Enembe

Editor: Abdi Tumanggor
KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA
Kuasa hukum dan massa dalam aksi unjuk rasa penolakan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, di Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022) (kiri). Foto insert Gubernur Lukas Enembe dan Mendagri Tito Karnavian (kanan). (KOMPAS/FABIO MARIA LOPES COSTA) 

Aksi ini menyebabkan sejumlah fasilitas publik dan pertokoan ditutup serta akses jalan dari Jayapura ke Sentani sempat terhambat.

Dikutip dari Kompas.com, unjuk rasa mulai terlihat di Waena, Distrik (kecamatan) Heram, sekitar pukul 09.00 WIT.

Massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua berjumlah sekitar 300 orang di lokasi tersebut. 

Sebanyak 2.000 personel disiagakan kepolisian untuk mengamankan aksi demonstrasi massa yang menolak penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.

Diperkirakan, massa yang terlibat dalam unjuk rasa tersebut sekitar 4.000 orang.

Kepala Polresta Jayapura Komisaris Besar Victor Mackbon, saat ditemui di Jayapura, Senin (19/9/2022), mengatakan, pihaknya sudah bertemu dan menjalin komunikasi dengan perwakilan massa yang berunjuk rasa, yakni Koalisi Rakyat Papua. Hal ini menunjukkan pihak kepolisian menghargai hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebesar Rp560 miliar.

Kemenko Polhukam dan PPATK
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebesar Rp560 miliar. Hal itu dikatakan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana bersama KPK serta Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022). (kemenkopolhukamri)

Aliran Dana Gubernur Papua, Lukas Enembe Sebesar Rp560 Miliar Ditemukan Transaksi Perjudian

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menemukan transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Gubernur Papua Lukas Enembe sebesar Rp560 miliar.

"Terkait transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dolar atau Rp560 miliar, itu setoran tunai dilakukan, dalam periode tertentu," kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022).

Ivan mengatakan pihaknya mendapat informasi aktivitas perjudian Lukas itu dilakukan di dua negara berbeda. Transaksi itu dilakukan dalam bentuk dolar Singapura.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved