Breaking News:

Berita Medan

Jadi Korban Pembacokan, Pedagang Mi Berharap Kasusnya Bisa Ditindaklanjuti Polsek Percut Sei Tuan

Pedagang mi, Usop Suripto yang menjadi korban pembacokan pakai samurai berharap kasus yang dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan bisa ditindaklanjuti.

Tribun Medan/Aprianto Tambunan
Usop Suripto korban penganiayaan dengan samurai berharap kasusnya bisa diproses aparat kepolisian. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pedagang mi, Usop Suripto korban pembacokan pakai samurai oleh dua orang pemuda tak dikenal di kediamannya yang berada di Komplek Rahayu Mas, Jalan Rahayu, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Medan.

Pembacokan pakai samurai yang dialami Usop Suripto terjadi pada Rabu (17/8/2022) sekira pukul 20.30 WIB.

Usai mengalami upaya pembacokan pakai samurai, istri korban telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Percut Sei Tuan. Namun hingga kini laporan tersebut tidak menemui kejelasan hukum.

Baca juga: KRONOLOGI Pembacokan Wajah Mantan Istri Hingga Terbelah di Tanjungmorawa, Polisi Kini Buru Pelaku

Akibatnya Usop Suripto yang ingin berobat ke luar negeri pun terkendala.

"Setelah kejadian tersebut istri saya sudah melaporkan ke Polsek Percut Seituan atas penganiayaan yang saya alami, namun sampai saat ini tidak ada kepastian hukum. Akibatnya saya mau berobat ke luar negeri pun terkendala, karena menunggu proses hukum yang sudah satu bulan tidak ada kejelasan," ucap Usop, Rabu (21/9/2022). 

Usop mengungkapkan, kini ibu pelaku malah melaporkan balik dirinya ke polisi, dengan tuduhan pemukulan terhadap pelaku.

Padahal menurut Usop, tidak ada melakukan pemukulan terhadap pelaku yakni David Nicholas dan Vincent, yang saat ini menjadi tersangka.

Dia telah menyampaikan hal tersebut kepada polisi, bahwa laporan yang dilakukan ibu pelaku tidak sesuai fakta saat penganiayaan. 

"Saya malah dilaporkan balik oleh ibu pelaku, menyatakan bahwa saya ada melakukan pemukulan terhadap anak. Sedangkan pada saat kejadian saya tidak ada melakukan pemukulan," sebutnya. 

Baca juga: DUA Pelaku Pembacokan yang Lukai dan Ancam Warga Pakai Air Softgun Diamankan

Kondisi kesehatan Usop pun saat ini telah membaik, namun tangan kirinya yang patah dan bagian kening kepala sebelah kanan bekas bacokan masih sering mengalami nyeri. 

Usop Suripto berharap, kasus penganiayaan yang dialaminya bisa secepatnya diproses oleh kepolisian.

"Kondisi saya saat ini sudah lumayan baik, tapi tangan saya yang patah dan kepala bagian kening bekas bacokan yang tembus ke tengkok masih sering kambuh. Maka dari itu saya berharap pelaku dikenakan pasal dan hukuman yang sepantasnya sesuai kelakuan mereka," ucap Usop. 

(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved