Brigadir J Ditembak Mati

Pandangan Rocky Gerung dan Profesor Hermawan Soal Kasus Sambo Terkini, 'Pertempuran' di Persidangan?

Majelis sidang banding etik memutuskan menolak permohonan banding terkait putusan PTDH atau pemecatan Ferdy Sambo dari Kepolisian.

Editor: AbdiTumanggor
TribunNewsmaker.com
Ferdy Sambo tersenyum saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J 

"Nah kartu ini yang orang tunggu. Jangan sampai kartu itu memporakporandakan agenda politik Presiden Jokowi ada Pemilu, G20," jelasnya.

Baca juga: BERKAS Perkara Ferdy Sambo dkk Telah di Kejaksaan Agung, Polri Bantah Ulur Waktu Penanganan Kasus

Ferdy Sambo Ditinggalkan Gengnya setelah Resmi Dipecat, Kartu AS yang Dimiliki Tak Berguna

Sementara, efektifitas Kartu AS yang dimiliki Ferdy Sambo dalam menyelamatkannya di kasus pembunuhan Brigadir J tidaklah begitu berguna. Buktinya, karir Ferdy Sambo berakhir di kepolisian lantaran diberhentikan secara tidak hormat dan tidak mendapatkan uang pensiun.

Hal itu menurut pandangan pengamat Kepolisian Profesor Hermawan Sulistyo atau yang kerap disapa Prof Kiky yang menanggapi banding Ferdy Sambo yang ditolak Majelis Kode Etik Polri.

Menurut Hermawan Sulistyo, pemecatan Ferdy Sambo menjadi akhir dari mantan Kadiv Propam Polri tersebut. Baik secara legal formalistik ataupun de facto Ferdy Sambo sudah tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Tak hanya itu, Hermawan Sulistyo juga menyebut usai dipecat dari Kepolisian, Ferdy Sambo disebut ditinggal oleh seluruh teman dan pasukannya baik dari dalam polri maupun dari luar polri. 

Meskipun uang Ferdy Sambo masih segunung, menurut Hermawan Sulistyo hal itu akan berdampak kecil pada dirinya dalam kasus ini. Sebab, hampir semua orang akan ketakutan apabila berani-berani bermain dalam kasus Ferdy Sambo. 

Kasus Ferdy Sambo yang menjadi perhatian mata masyarakat Indonesia bisa membuat siapa saja akan habis karirnya apabila bermain-main dalam kasus tersebut.

"Jangankan jenderal, kita aja punya duit, mungkin pernah utang budi segala macam, tapi dalam situasi seperti ini siapa berani main uang kalau ketahuan karirnya habis," beber Hermawan dikutip dari Kompas Tv pada Rabu (21/9/2022). 

Sehingga Peneliti LIPI itu meyakini betul bahwa seluruh lingkaran Ferdy Sambo baik dalam institusi Polri ataupun di luar Polri akan menjauh dari mantan Irjen tersebut.

Apalagi saat Polri memberi sanksi kode etik terhadap 80 polisi yang mencoba melindungi tersangka pembunuhan Brigadir J, itu membuat semua orang di lingkaran Ferdy Sambo menciut. 

"Tapi kan kalau sudah gini siapa yang mau bela dan mau masuk ke dalam pusaran seperti itu, semua kan menjauh," bebernya.

Ferdy Sambo ketika menjalani rekonstruksi pada Selasa 30 Agustus 2022.
Ferdy Sambo ketika menjalani rekonstruksi pada Selasa 30 Agustus 2022. (HO)

Soal efektifitas Kartu AS yang dimiliki Ferdy Sambo dalam menyelamatkannya di kasus pembunuhan Brigadir J, menurut Hermawan Sulistyo tidaklah begitu berguna.

Buktinya kata Hermawan, karir Ferdy Sambo berakhir di kepolisian lantaran diberhentikan secara tidak hormat dan tidak mendapatkan uang pensiun.

Pemecatan Ferdy Sambo itulah yang membuat Peneliti LIPI itu meyakini bahwa kartu AS yang dimiliki mantan pejabat kepolisian tersebut tidak terlalu efektif.

"Bagaimana kartu AS, kalau dia sebenarnya punya itu saja tidak bisa keluarkan untuk dirinya sendiri," bebernya dikutip dari Kompas Tv pada Rabu (21/9/2022).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved