Breaking News:

Viral Medsos

Pedagang Mi Dibacok Malah Dilaporkan Balik, Korban Minta Kepastian Hukum

Kasus Pedagang mi yang nyaris dicincang pakai samurai oleh dua orang pelaku hingga kini tak jelas, teranyar korban malah dilaporkan, Rabu (21/9/2022).

Pedagang Mi Dibacok Malah Dilaporkan Balik, Korban Minta Kepastian Hukum

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Pedagang mi yang nyaris dicincang pakai samurai oleh dua orang pemuda tak dikenal di kediamannya yang berada di Komplek Rahayu Mas, Jalan Rahayu, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, malah dilaporkan balik, Rabu (21/9/2022).

Kejadian yang nyaris menewaskan korban itu terjadi pada Rabu (17/8/2022) sekira pukul 20.30 WIB lalu.

Usop mengatakan, setalah kejadian tersebut, istrinya telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Percut Seituan.

Namun laporan tersebut sampai saat ini tidak menemui kejelasan hukum, lantaran seorang lagi belum ditangkap.

Dia merasa kecewa, karena kepastian yang ditunggunya saat ini belum ada kejelasan, hingga berakibat Usop yang ingin berobat ke luar negeri pun terkendala.

"Setelah kejadian tersebut istri saya sudah melaporkan ke Polsek Percut Seituan atas penganiayaan yang saya alami. Namun sampai saat ini tidak ada kepastian hukum. Akibatnya saya mau berobat ke luar negeri pun terkendala, karena menunggu proses hukum yang sudah satu bulan tidak ada kejelasan," ujar Suripto.

Usop pun menyebutkan, bahwa ibu pelaku melaporkan balik dirinya ke polisi, dengan tuduhan pemukulan terhadap pelaku.

Sedangkan pada saat kejadian Usop mengaku tidak ada melakukan pemukulan terhadap David Nicholas dan Wiliam Charles yang saat ini menjadi tersangka.

Dia telah menyampaikan hal tersebut kepada kepolisian bahwa, laporan yang dilakukan ibu pelaku adalah hal yang tidak sesuai fakta saat penganiayaan.

"Saya malah dilaporkan balik oleh ibu pelaku, menyatakan bahwa saya ada melakukan pemukulan terhadap anak. Sedangkan pada saat kejadian saya tidak ada melakukan pemukulan," pungkasnya.

Kondisi kesehatan Usop pun saat ini telah membaik, namun tangan kirinya yang patah dan bagian kening kepala sebelah kanan bekas bacokan masih sering mengalami nyeri yang berakibat mual dan pusing dialaminya.

Usop Suripto berharap, kasus penganiayaan yang dialaminya agar secepatnya para pelaku dikenakan pasal yang berlaku dengan hukuman yang pantas,sesuai dengan kekejian pelaku.

"Kondisi saya saat ini sudah lumayan baik, tapi tangan saya yang patah dan kepala bagian kening bekas bacokan yang tembus ke tengkok masih sering kambuh. Maka dari itu saya berharap pelaku dikenakan pasal dan hukuman yang sepantasnya sesuai kelakuan mereka," Ucap Usop.

(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved