Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Hammam Riza, Anak Medan yang Kuasai Artificial Intelligence, Ciptakan Alat Pendeteksi Tsunami

Hammam Riza lahir di Medan, 8 Agustus 1962. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjananya di bidang Teknik Elektro jurusan Elektronika di ITB.

Penulis: istiqomah kaloko | Editor: Ayu Prasandi
HO
Hammam Riza, anak Medan yang ahli dalam Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc, IPU merupakan seorang pakar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Indonesia yang berfokus di bidang kecerdasan buatan.

Saat ini, Hammam Riza menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hammam Riza menempati posisi sebagai Kepala BPPT untuk menggantikan pendahulunya, Unggul Priyanto.

Hammam Riza lahir di Medan, 8 Agustus 1962. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjananya di bidang Teknik Elektro jurusan Elektronika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca juga: SOSOK Radiapoh Hasiholan Sinaga, Pengusaha Berdarah Batak yang Kini Jabat Bupati Simalungun

Kemudian ia memperoleh beasiswa program Habibie untuk gelar magister (S-2) di Amerika Serikat.

Hammam Riza juga sempat menempuh studi satu semester di University of Illionis at Chicago dalam program ilmu komputer. Selanjutnya, Hammam Riza mendapatkan gelar Master of Science (M Sc) di University of Kentucky, Amerika Serikat.

Tak sampai disitu, Hammam Riza kemudian memperoleh gelar doktornya (S3) di ITB dan lulus dengan predikat cumlaude. Saat itu ia melakukan penelitian di New Mexico State University, Amerika Serikat.

Hammam Riza memulai karirnya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1987 dengan keterlibatannya dalam pemrosesan bahasa alami, khususnya dalam pembangunan sistem mesin penerjemah multibahasa.

Kemudian, Pada tahun 2004 Hammam diangkat menjadi kepala Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKnet), sekarang disebut sebagai Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (BJIK).

BJIK merupakan merupakan penyelenggara jasa internet pertama di Indonesia.

Karir Hammam Riza terus meningkat, hingga pada tahun 2010, ia menjabat sebagai Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bersama tim BPPT, ia menggagas pengembangan pemungutan suara elektronik atau lebih dikenal dengan e-Pemilu.

Baca juga: SOSOK Kombes Ade Ary Jabat Kapolres Jaksel Gantikan Kombes Budhi yang Terlibat Rekayasa Kasus Yosua

Dalam rentang tahun 2014 hingga 2017, Hammam Riza kemudian dipromosikan sebagai Deputi Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM).

Selama menjabat sebagai Deputi TIEM, banyak program yang sudah dijalankan oleh Hammam. Diantaranya, peningkatan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil (3 megawatt) yang dibangun di Kamojang, Jawa Barat, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Selain itu, ia juga menginisiasi pembangkit listrik tenaga biogas, dan menerapkan teknologi smart grid kelistrikan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Barat.

Inovasi lainnya yang berhasil didorong oleh Hammam hingga ke level produksi massal dan komersialisasi adalah implan tulang traumatik SS-316L dan telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved