Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Radiapoh Hasiholan Sinaga, Pengusaha Berdarah Batak yang Kini Jabat Bupati Simalungun

Radiapoh merupakan anak dari keluarga petani pasangan St. Jahisar Sinaga (gelar Raja Angin) dan Alm Korlina Br Saragih.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
ALIJA / TRIBUN MEDAN
Cabup Nomor Urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) menerima wawancara wartawan, Sabtu (14/11/2020) malam di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Radiapoh Hasiholan Sinaga adalah seorang pengusaha berdarah Batak yang saat ini menjabat sebagai Bupati Simalungun bersama wakilnya Zonny Waldi.

Radiapoh Hasiholan Sinaga maju sebagai Cabup didukung 5 partai pendukung yaitu Partai Golongan Karya,Partai Berkarya, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Perindo dalam kontestan Pemilihan umum Bupati Simalungun 2020.

Pada tanggal 27 April 2021, Radiapoh Hasiholan Sinaga resmi dilantik bersama pasangannya Zonny Waldi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Simalungun periode 2021-2024 oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Medan.

Baca juga: SOSOK Sudung Situmorang, Keturunan Panglima Perang Sisingamangaraja yang Jadi Komisaris Pelindo II

Bupati Simalungun menjelaskan soal penundaan pelantikan kepala desa se-Kabupaten Simalungun karena tabrakan aturan dan minimnya anggaran
Bupati Simalungun menjelaskan soal penundaan pelantikan kepala desa se-Kabupaten Simalungun karena tabrakan aturan dan minimnya anggaran (HO)

Radiapoh merupakan anak dari keluarga petani pasangan St. Jahisar Sinaga (gelar Raja Angin) dan Alm Korlina Br Saragih.

Radiapoh menempuh pendidikan di SD Negeri 01 Tigarunggu, SMP Negeri Tigarunggu dan Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMTP) di Pematang Raya dan lulus pada tahun 1988.

Setelah lulus di SMTP Pematang Raya,  Radiapoh sempat bertani sambil mencari-cari pekerjaan.

Dirinya sempat bekerja di peternakan ikan deras di Haranggaol milik Dr. Wimson F Purba, seorang pejabat kantor perwakilan PBB di Indonesia.

Tidak berhenti disitu, Radiapoh muda juga sempat merantau ke Riau. Di provinsi ini pula, nasib malang masih dirasakan Radiapoh yang hidup luntang-lantung, makan terancam dan tidur di gudang kosong atau emperan toko.

Radiapoh sempat bekerja dengan para perantau lainnya, membuka lahan perkebunan.

Selama bekerja di hutan, Radiapoh terserang penyakit Malaria Tropica akut, sehingga Radiapoh hampir menyerah dengan kondisi tubuhnya yang melemah.

Atas saran teman-temannya, Radiapoh pun terpaksa pulang kampung ke Tigarunggu. Selama di kampung ini RHS menjalani perawatan hingga pulih dari sakit yang dideritanya.

Baca juga: Sosok Jenderal Calon Kuat Pengganti Presiden Xi Jinping, Mencuat Namanya di Balik Isu Kudeta

Pada tahun 1990, Radiapoh mengajukan lamaran ke perusahaan milik DL Sitorus, PT Torgamba dan diterima di bagian koperasi simpan pinjam sekaligus sebagai pekerja di perusahan sawit tersebut.

Peristiwa ini menjadi titik mula Radiapoh belajar mengenal bisnis.

Sembilan tahun berselang, Radiapoh berhenti berbisnis dan mendirikan usaha pertamanya, yaitu koperasi simpan pinjam kecil-kecilan di tempatnya yang baru, yakni Kota Tanjungpinang di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Bisnisnya berkembang ke perkebunan sampai properti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved