Breaking News:

Intimidasi Sekelompok Preman

Oknum Pengusaha The Hill yang Diduga Bayar Massa Takut-takuti Rumah Tahfiz Quran Belum Ditangkap

Oknum pengusaha The Hill Hotel and Resort yang diduga bayar massa takut-takuti rumah Tahfiz Quran Siti Hajar belum ditangkap polisi

Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH
Kuasa hukum Tahfiz Quran, Raja Makayasa Harahap saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Oknum pengusaha The Hill Hotel and Resort yang diduga bayar massa takut-takuti guru dan pelajar rumah Tahfiz Quran Siti Hajar di Dusun V, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang belum ditangkap polisi.

Padahal, pihak rumah Tahfiz Quran Siti Hajar sudah melaporkan sejumlah orang yang datang mengintimidasi pelajar dan tenaga pendidik ke Polsek Pancurbatu.

Menurut kuasa hukum Tahfiz Quran Siti Hajar, Raja Makayasa Harahap, setelah kejadian intimidasi pada 15 September 2022 lalu, memang ada pertemuan antara pihak rumah tahfiz dengan pihak The Hill Hotel and Resort. 

Baca juga: Rumah Tahfiz Quran di Sibolangit Didemo, Kuasa Hukum Minta Polisi Ungkap Aktor Dibelakangnya

Namun, kata Raja, pertemuan itu bukan perdamaian. 

"Tidak ada kata perdamaian dalam secara makna luas. Waktu pertemuan yang diadakan oleh Pemkab Deliserdang minggu lalu, itu hanya menyangkut tentang menjaga kekondusifan," kata Raja, Selasa (28/9/2022).

Ia mengatakan, atas dasar tersebut, pihaknya pun kembali mendesak polisi agar menangkap orang-orang yang pernah mengintimidasi rumah tahfiz.

Sebab, perbuatan sejumlah massa yang diduga sengaja dibayar oknum tertentu itu merupakan bentuk intoleransi. 

Baca juga: Pemkab Deliserdang Rapat Penyelesaian Masalah Penolakan Rumah Tahfiz Siti Hadjar di Sibolangit

"Ini bukan upaya pertama kali, ini sudah cukup bersabar dari pihak yayasan. Sehingga kami tim hukum tidak akan membiarkan tindakan ini berulang, sehingga kami akan membuat laporan kepada pihak kepolisian," ucapnya.

Dikatakannya, pengusikan yang dilakukan sekelompok orang ini juga dianggap merupakan pelanggaran HAM, dan menganggu aktivitas para pelajar yang menimba ilmu di rumah tafiz Qur'an tersebut.

"Selain memang peristiwa pidana disini juga ada peristiwa pelanggaran HAM, akibat adanya demo yang tidak berijin masuk ke pekarangan orang, mengakibatkan yang dulu peserta tafiz ada 15 orang sekarang tinggal 6 orang, orang mereka pada khawatir," bebernya.

Baca juga: ANEH, Ada Pendemo Minta Rumah Tahfiz Quran Siti Hajar di Sibolangit Ditutup, Alasan Ganggu The Hill

"Kami minta Bapak Kapolda Sumatera Utara, dan Kapolrestabes Medan untuk segera menindaklanjuti laporan klien kami, untuk menangkap aktor intelektual aksi demo tersebut dan suruh-suruhannya," ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Pemkab Deliserdang untuk menutup tempat wisata The Hil Hotel and Resort. 

Soal tudingan bahwa rumah tahfiz tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), menurut Raja sangat tidak masuk akal.

"Mereka keberatan dengan izin IMB, yang berwenang yang memeriksa dan mengadili bukan masyarakat sipil, itu harus instansi negara, yaitu Pemkab Deliserdang, satu sisi mereka datang tidak memiliki izin," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pascademo massa, aktivitas di rumah tafiz telah beraktivitas seperti biasanya.

"Kemarin hari Minggu pagi kami kesana, dan kami mewawancarai saksi-saksi, hingga detik ini masih berjalan aktif. Kita kecewa beberapa anak tafiz ini ditarik oleh orang tuannya," pungkasnya.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved