Arema vs Persebaya
TRAGEDI MAUT, 110 Orang Dikabarkan Tewas saat Ricuh Arema Vs Persebaya, Ada Racun Gas Air Mata
Kerusuhan terjadi paska Arema FC Kalah 2-3 dari Persebaya. Sejumlah orang diduga menjadi korban
Arema kalah di Kandang Singa untuk kali pertama setelah 23 tahun lamanya.
Dikutip dari Surya Malang, kekalahan ini menjadi salah satu menyulut emosi suporter Arema yang hadir di Stadion Kanjuruhan.
Mereka langsung berlari ke ruang ganti para pemain Persebaya Surabaya.
Bahkan, Aremania juga mengejar para pemain Arema FC.
Mereka menyalakan flare dan melempar benda-benda yang ada di sekitar lapangan.
Petugas keamanan berusaha melakukan pengamanan.
Gas air mata turut ditembakkan untuk meredam kericuhan yang dilakukan Aremania.
Berdasarkan laporan jurnalis Kompas.com yang bertugas, mobil polisi juga menjadi korban.
Mobil polisi menjadi sasaran amukan massa, dirusak, dan dibakar.
Para pemain Persebaya Surabaya sempat tertahan di Stadion Kanjuruhan kendati sudah masuk ke dalam kendaraan taktis (rantis) milip kepolisian.
Mereka yang sempat tertahan di dalam kendaraan taktis (rantis) dalam kondisi aman.
Sementara di luar stadion, suporter Aremania meluapkan emosi sehingga terjadi kericuhan.
Hingga tulisan ini ditayangkan setidaknya ada sekitar 40 orang meninggal dunia saat kerusuhan di Kanjurahan setelah pertanding Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Seperti yang dilansir dari akun twitter @GambrengCrew yang membagikan sebuah tangkapan layar grup WA yang mengabarkan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.
Informasi yang dibagikannya, diduga ada sekitar 40 orang tewas. Namun masih dalam pendataan atau belum valid.