Breaking News:

Pakpak Bharat

Bahas Jalan Nasional Sumut-Aceh, Bupati Franc Temui Direktur Preservasi Jalan Kementerian PUPR

Dalam pertemuan ini Bupati Franc menjelaskan kondisi jalan Nasional Sumut-Aceh yang mengalami longsor dan amblas akibat cuaca ekstrim belakangan ini.

Editor: Abdi Tumanggor
Diskominfo Pakpak Bharat
Bupati Franc Temui Direktur Preservasi Jalan Kementerian PUPR 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bahas Jalan Nasional Sumut-Aceh, Bupati Pakpak Bharat Franc Tumanggor Temui Direktur Preservasi Jalan Kementerian PUPR.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menemui Direktur Preservasi Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Akhmad Chayadi, M Eng SC di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Dalam pertemuan ini Bupati Franc menjelaskan kondisi jalan Nasional Sumut-Aceh yang mengalami longsor dan amblas akibat cuaca ekstrim belakangan ini.

Hujan deras yang berkepanjangan beberapa hari terakhir mengakibatkan jalan nasional penghubung Sumatera Utara – Aceh terputus total di Dusun Cubancer, Desa Kaban Tengah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (16/9/2022).
Hujan deras berkepanjangan mengakibatkan jalan nasional penghubung Sumatera Utara – Aceh terputus total di Dusun Cubancer, Desa Kaban Tengah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Pakpak Bharat, Senin (16/9/2022). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Hingga saat ini, kata Bupati Franc, kondisi jalan nasional Aceh-Sumut yang amblas tersebut tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali, sehingga terpaksa dibuat jalur darurat di sisi jalan yang amblas dengan memanfaatkan lahan warga dengan membuka jalur darurat dengan menggunakan timbunan material batu kerikil serta memasang boks culvret untuk mengalirkan genangan air.

"Harapan kami agar jalur ini dapat segera dilalui kendaraan, baik yang menuju Aceh dan sebaliknya, dan juga bagi masyarakat sekitar yang sangat tergantung pada jalur ini mengingat bahwa jalan ini adalah akses jalan satu-satunya di wilayah ini," jelas Bupati Franc Tumanggor dalam pertemuan ini.

Adapun kondisi tanah yang sudah sangat labil, ditambah cuaca ekstrim yang melanda wilayah ini terus terang sangat menyulitkan upaya penanganan darurat yang dilakukan.

"Kami mohon agar lokasi tersebut segera dapat ditangani secara permanen, mengingat kondisi jalan yang sangat kritis dan terancam putus, sangat membahayakan dan akan semakin parah bila tidak segera ditangani,"ujar Bupati Franc.

Bupati Franc bahas jalan nasional Sumut Aceh
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menemui Direktur Preservasi Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Akhmad Chayadi, M Eng SC di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Dalam pertemuan ini Direktur Preservasi Jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Akhmad Chayadi, M Eng SC berjanji akan segera mencari solusi dan upaya penanganan.

"Kita sangat memahami kesulitan bapak-bapak di sana, kami akan segera membantu melakukan penanganan, mengingat jalan ini merupakan salah satu sarana vital menghubungkan Sumatera Utara menuju Aceh,"ujar dia.

Diketahui jalan penghubung Sumatera Utara-Aceh mengalami longsor dan amblas tepatnya di Desa Kaban Tengah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Pakpak Bharat, pada 27 september lalu.

Kondisi geogerafis daerah ini yang rawan longsor ditambah cuaca ekstrim dimana curah hujan sedang tinggi ditengarai menjadi penyebab longsornya badan jalan nasional ini.

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Balai Besar Pelaksanan Jalan Nasional Sumatera Utara terus berjibaku untuk memfungsikan kembali jalan ini.

Berbagi upaya penangana kedaruratan terus diupayakan di antaranya membuka jalur altsrnatif melalui perkebunan warga, membangun jalur daruruat pada sisi jalan yang amblas, serta terus berupaya memperbaiki badan jalan yang amblas agar bisa dilalui kembali.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved