News Video

Datangi Polrestabes Medan, PH Terlapor Minta Kasus Bocah Diduga Dirudapaksa Lima Orang Dihentikan

Kasus dugaan rudapaksa yang menimpa bocah berusia 12 tahun berinisial NO di Kecamatan Percut Seituan, masih menjadi misteri.

Penulis: Alfiansyah | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus dugaan rudapaksa yang menimpa bocah berusia 12 tahun berinisial NO di Kecamatan Percut Seituan, masih menjadi misteri.

NO mengaku di rudapaksa oleh lima orang pelaku yang salah satunya merupakan tetangganya bernama Indra.

Kasus tersebut pun sudah berproses hukum selama kurang lebih lima bulan dan belum ada penetapan tersangka oleh polisi.

Kuasa hukum Indra, Akhmad Yusuf Saragih mendatangi Polrestabes Medan untuk menanyakan kepada penyidik kelanjutan kasus tersebut.

"Saya mendatangi unit PPA, terkait laporan klien kita yaitu terlapor Indra, bahwa telah terjadi diduga rudapaksa. Jadi kita meminta klarifikasi atau meminta kejelasan terkait dengan laporan tersebut," kata Akhmad kepada Tribun-medan, Senin (3/10/2022).

Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan gelar perkara terkait kasus kasus tersebut.

"Unit PPA mengatakan telah melakukan pemanggilan kedua kalinya untuk hasil rekom gelar perkara yang di buat oleh pelapor," sebutnya.

Akhmad juga membantah, bahwa kliennya terlibat dalam dugaan kasus tindakan asusila kepada tetangganya itu.

"Sampai saat ini beliau membantah, adanya melakukan dan perlakuan terhadap laporan yang disampaikan kepada beliau," ujarnya.

Lebih lanjut, ia pun berharap kepada pihak kepolisian agar menemui titik terang dan segera mengehentikan kasus ini.

"Saya koordinasi dengan klien saya, agar ini segera cepat dibuat suatu tindakan penghentian nya. Karena memang sangat riskan, sampai sekarang belum ada penetapan dan penghentian nya. Pertimbangan hukum masih abu-abu," ungkapnya.

Dikatakan Akhmad, dari lima orang pelaku yang dituduhkan hingga saat ini belum ada satu pelaku pun yang ditetapkan tersangka oleh polisi.

Menurutnya, dalam kasus tersebut tidak ada alat bukti yang kuat dan saksi untuk membantu mengungkapkan peristiwa yang terjadi.

"Kita berharap ini seharusnya dihentikan, karena memang tidak ada alat bukti yang kuat, saksi pendukung untuk menyatakan perlakuan peristiwa dan orang yang dilaporkan tersebut. Dari lima yang dilaporkan, sampai saat ini belum satu pun jadi tersangka," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved