Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan
Ngeri Kesaksian Aremania Lihat Mayat Membiru, Geger Otak : Ini Gas Beracun, Ini Pembantaian
Innalillahi wainna ilahi rojiun. Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) masih menyita perhatian publik
NGERI Kondisi Korban Ricuh Arema FC vs Persebaya, Alami Cedera Otak & Belum Sadar, Menpora Prihatin
Sementara itu, salah dokter mengaku pilu mengungkap kondisi korban tragedi Kanjuruhan.
Disebutkan korban kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya ini mengalami cedera otak.
Bahkan hingga kini ada beberapa korban masih belum sadarkan diri.
Menpora Zainudin Amali hingga pihak rumah sakit yang sempat kewalahan pun mengaku prihatin melihat kondisi para korban.
Hal ini diungkap oleh Direktur RSUD Kanjuruhan, Malang, Bobby Prabowo.
Bobby menyebut banyak korban mengalami luka berat, dan umumnya lebam di sekujur tubuh.
“Pendataan kami ada 93 orang yangmengalami luka ringan dan berat.
Namun yang memprihatinkan ada empat orang yang cedera otak hingga tak sadar,” ucapnya dikutip dari Kompas TV, Minggu (2/10/2022).
Menurut Boby, pihaknya sempat kewalahan menerima limpahan korban kerusuhan atas pertandingan sepak bola itu.
Menpora Zainudin Amali, menyesali peristiwa ini dan berharap ini menjadi yang terakhir.
“Kami akan investigasi kenapa bisa jatuh korban sebanyak itu.
Kami sangat prihatin,” ujarnya di Kompas TV.
Menurut Amali, pihaknya akan mendiskusikan dengan Kapolri soal kehadiran penonton di stadion.
“Kami akan evaluasi secara menyeluruh, tak bisa parsial,: ujarnya.
Menpora Amali pun mengucapkan turut berduka cita, dan minta tragedi ini menjadi yang terakhir.
“Sepak bola kita sedang bangkit, ini sangat disayangkan.
Kepada para suporter supaya bisa menahan diri,” ucapnya.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsMaker.com dengan judul PILU Aremania Ngeri Lihat Efek Gas Air Mata di Jenazah Temannya: Bukan Gas Air Mata Tapi Gas Beracun