Sosok

SOSOK Dolorosa Sinaga, Pemahat Patung Berdarah Batak, Pendiri Somalaing Art Studio

Sosok Dolorosa Sinaga adalah perempuan berdarah batak yang berprofesi sebagai pemahat patung asal Indonesia dan karyanya kini mendunia.

Penulis: Rizky Aisyah |
HO/Tribun Medan
Sosok Dolorosa Sinaga adalah perempuan berdarah Batak yang berprofesi sebagai pematung asal Indonesia, yang karyanya kini mendunia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Sosok Dolorosa Sinaga adalah perempuan berdarah batak yang berprofesi sebagai pemahat patung asal Indonesia dan karyanya kini mendunia.

Dolorosa Sinaga dalam karyanya banyak menampilkan keimanan, krisis, solidaritas, multikulturalisme, dan perjuangan wanita.

Lahir di Sibolga pada 31 Oktober 1952, Dolorosa Sinaga sejak tahun 1987 mendirikan Somalaing Art Studio, yang berada di dekat rumahnya, di Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Baca juga: SOSOK Saurlin P Siagian, Akademisi dan Aktivis Asal Medan, Kini Terpilih Jadi Komisioner Komnas HAM

Dolorosa Sinaga sempat mengikuti pendidikan singkat di bidang manajemen seni dan sistem jaringan kerja pemberdayaan masyarakat.

Dolorosa menyelesaikan pendidikan Seni Rupa, di Jurusan Seni Patung Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1977 dan melanjutkan studi di St. Martin’s School of Art, London, UK.

Ia juga pernah mengikuti pendidikan singkat di Piero's Art Foundry Berkeley, USA, untuk memperdalam teknik perunggu.

Pada tahun 1980 ia menerima penghargaan dari Ford Foundation untuk melaksanakan pameran seni patung pertama karya perupa perempuan Indonesia di Galeri Mitra Budaya, Jakarta dan menerima bantuan dana dari lembaga yang sama untuk merenovasi dapur pengecoran perunggu replika patung figurine Majapahit.

Berbagai penghargaan lain juga pernah diterima Dolorosa diantaranya dari Dewan Kesenian Jakarta atas Karya Terbaik dalam Trienal Seni Patung Modern Indonesia di TIM; fellowship program dari USAID untuk program kunjungan seniman ke sembilan negara bagian di Amerika.

Juga beberapa penghargaan dari Menteri Urusan Peranan Wanita, UNESCO, Great Britain Council, International Sculpture Symposium of Vietnam, Program Australian Today in Indonesia, dan lain-lain.

Sejak 1983 Dolorosa mengajar mata kuliah seni patung, sejarah seni, seni gambar anatomi dan tubuh, juga Aktivisme Seni Rupa, dan Tinjauan Seni Patung di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Dolorosa juga pernah menjabat dekan IKJ, saat ini ia merupakan Ketua Senat Fakultas Seni Rupa.

Pada tahun 2019 ia diangkat sebagai anggota kehormatan dari dewan pelindung dari sekolah Hampstead School of Art, di London.

Ia juga pernah menjadi pembicara dalam webinar yang diadakan oleh UOB dan Isa Art “Celebrating Women Empowerment” pada 2021.

Dan belum lama ini ia terpilih sebagai salah satu seniman yang menghadiri dan menanggapi sesi diskusi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Keuangan pada peluncuran “Merdeka Belajar Episode Kedelapan Belas: Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesiana” di Kemendikbud Ristek, Jakarta pada tahun 2022.

Karyanya berupa patung perempuan bergandengan tangan yang berjudul "Solidaritas" saat ini ada di Komnas Perempuan.

Saat membuat patung, Dolorosa biasa memahat, mengelas, mengecor, dan menuang logam sendiri.

Baca juga: SOSOK Hujrah, Sulap Sampah Menjadi Berkah di Kampung Nelayan

Ia membuktikan bahwa pematung bukan hanya pekerjaan laki-laki saja. Selain itu, ia juga mendobrak paham male gaze yang memandang perempuan sebagai objek seksual yang indah dan sensual.

Adapun karya-karyanya yang pernah dipresentasikan dalam beberapa pameran tunggal: “Menarilah! atau Dance Your Life”, Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2013); “Power of Shape”, Galeri Kendra, Seminyak, Bali (2009); “Have You Seen a Sculpture from the Body”, Galeri Nasional, Jakarta (2008); “Perempuan Perempuan Bicara”, Galeri Tondi, Medan, Sumatera Utara (2007); “Via Dolorosa” di Galeri Nadi, Jakarta (2003); “Have You Seen a Sculpture from the Body” di Galeri Nasional, Jakarta (2001).

Karya Dolorosa sudah tersebar hingga ke luar negeri yaitu Gate of Harmony ada di Kuala lumpur, Malaysia. The Crisis di kota Hue, Vietnam dan lain-lain. 

Pendidikan

Institut Kesenian Jakarta (1977)

Central Saint Martins College of Arts and Design di London

Karnarija Lubliyana, Yugoslavia; San Francisco Art Institute

Universitas Maryland, Amerika Serikat.

Daftar karya

Theme for Us Today The Crisis di Vietnam

Faith and Illusion di International Sculpture Park, Chianti, Italia

Gate of Harmony di Kuala Lumpur, Malaysia

Stand in the Queue di Chianty Contemporary Sculpture Park, Florence-Italy

(cr30/tribun-medan.com)
 
 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved