Pria Diduga Tenggelam di Danau Toba

Robbi Hutauruk, Jemaat Advent yang Hilang Diduga Tenggelam di Danau Toba tak Kunjung Ditemukan

Jemaat Advent, Robbi Hutauruk yang hilang di Danau Toba sampai sekarang tak kunjung ditemukan

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Suasana pencarian korban dugaan tenggelam Robbi Hutauruk di perairan Danau Toba, di Desa Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Senin (24/10/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA - Robbi Hutauruk, jemaat Advent yang hilang diduga tenggelam di Danau Toba tak kunjung ditemukan hingga saat ini.

Hingga Senin (24/10/2022) sore kemarin, pencarian petugas Tim SAR terhadap Robbi Hutauruk di Danau Toba tak membuahkan hasil.

Rencananya, pencarian Robbi Hutauruk akan dilanjutkan pada Selasa (25/10/2022) pagi ini.

Baca juga: Diduga Tenggelam, Seorang Peserta Rombongan Ibadah Kota Siantar Hilang di Danau Toba

Kepala BPBD Kabupaten Toba, dr Pontas Batubara mengatakan, pencarian dilanjutkan hari ini karena kemarin cuaca buruk. 

"Kami lihat gerimis. Kami kuatir gelombang akan kencang," kata Pontas, Senin petang.

Ia mengatakan, penyelaman dan penyusuran aliran air dari Danau Toba menuju Sungai Asahan sudah dilakukan sepanjang 1 kilometer.

Bahkan, tim yang turun ke lokasi juga menggunakan alat pendeteksi, tapi tidak menemukan apa-apa.

Baca juga: Robbi Hutauruk, Jemaat Advent Hilang Mendadak di Danau Toba, Istri Pasrah Sebut tak Ada Masalah

"Pencarian dan penyelaman hari ini sudah sampai 1 kilometer dari titik yang diduga lokasi awal. Kami dan keluarga tak bisa pastikan lokasi tenggelamnya Pak Hutauruk. Kendati demikian, kita juga sudah punya alat pendeteksi, sepanjang pencarian tidak ada tanda-tanda adanya orang tenggelam," terang Pontas.

Pontas mengatakan bahwa kontur dan aliran Sungai Asahan bergelombang. 

"Kontur dasar aliran air dari Danau Toba ini hingga jembatan Porsea itu bentuknya bergelombang. Nah, kita juga mesti tahu bahwa berat jenis air danau dan laut berbeda, maka kita mungkin harus menunggu agar jasad itu kembung dan naik ke permukaan," ungkapnya.

Baca juga: Seorang Pria Hilang di Danau Toba, Diduga Tenggelam Saat Berenang di Parparean

"Walaupun demikian, bila jasad menabrak puncak kontur yang bergelombang pada dasar aliran air itu, maka jasad itu akan mentok di sana, enggak naik pada kedalaman 6 sampai 8 meter. Sepanjang pencarian, mereka tidak temukan apa-apa," ungkapnya.

Penyelaman selama 3 kali merupakan upaya optimal tim untuk mencari keberadaan Robbi Hutauruk.

"Kita juga harus mengerti soal ambang batas penyelaman dalam satu hari. Nah, tadi sudah kita lihat bagaimana tim berupaya sejak pagi," terangnya.

Baca juga: Diduga Tenggelam, Seorang Peserta Rombongan Ibadah Kota Siantar Hilang di Danau Toba

Pontas memastikan bahwa pihaknya akan mencari Robbi Hutauruk selama tiga hari dan pihak Tim SAR Parapat akan mencari selama 7 hari.

"Selama tiga hari kami di sini. Apapun hasilnya akan tetap kami sampaikan kepada keluarga. Apa yang kami kami lakukan hari ini akan kami lakukan juga untuk esok hari," pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved