Bentrok Sengketa Lahan

Provokator Kerusuhan Bentrok Warga dengan OKP Diduga Bayaran PTPN II Masih Berkeliaran

Kepala Desa Sampali, Ruslan mengatakan bahwa kerusuhan di desanya akibat adanya aksi provokasi oknum tertentu

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Array A Argus
HO
Kepala Desa Sampali, Ruslan saat memberi keterangan sekaitan bentrok warga dan massa diduga bayaran PTPN II 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kepala Desa Sampali, Ruslan mengaku sangat menyayangkan adanya bentrok sengketa lahan antara masyarakat Kampung Kemuning dan Kampung Kesuma dengan massa OKP diduga bayaran PTPN II.

Menurut Ruslan, bentrok pecah karena adanya provokator dintara massa.

Sampai saat ini, provokator tersebut masih berkeliaran dan belum ditangkap polisi.

Baca juga: Warga Tuding PTPN II Bayar OKP Serang Masyarakat Desa Sampali, Pelaku Bawa Senjata Tajam

"Bentrokan ini akibat adanya provokasi dilakukan oknum," kata Ruslan, Minggu (30/10/2022).

Ia mengatakan, bentrok yang terjadi pada Sabtu (29/10/2022) kemarin semestinya tidak terjadi jika tidak ada provokasi.

Karena bentrokan dikhawatirkan akan meluas, Ruslan sebagai Kepala Desa Sampali meminta para pihak menahan diri.

Dia mengatakan, dirinya akan menghadap Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan untuk menanyakan keabsahan lahan yang sekarang jadi sengketa. 

Baca juga: BIKIN RESAH, di Hari Sumpah Pemuda, Anggota Pemuda Pancasila Kok Malah Konvoi Blokade Jalan

"Saya akan menanyakan keabsahan status tanah ini ke Bupati Deliserdang. Info yang saya dapat, bahwa ini adalah lahan HGU," kata Ruslan.

Ia mengatakan, yang berkepentingan di lahan tersebut bukan hanya PTPN II.

Ada juga pihak Nusa Dua Propertindo atau NDP.

Namun tidak jelas, apakah NDP ini bekerjasama dengan PTPN II untuk mengusir warga, atau seperti apa.

Meski begitu, warga sempat khawatir dan trauma, karena diserang tiba-tiba oleh kelompok OKP tertentu.(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved