Rusia vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina di Hari ke-260, Pasukan Rusia Mundur dari Kherson hingga Harta Warga Dirampas

Memasuki hari ke-260 serangan Rusia ke Ukaraina, pasukan Rusia mundur dari Kherson dam dilaporkan mengalami bentrok dengan pasukan Ukraina

Editor: AbdiTumanggor
AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri parade militer memperingati kemenangan dalam Perang Dunia II di Lapangan Merah, Moskwa, Rusia. Kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II yang dirayakan Rusia setiap 9 Mei adalah hari libur negara yang paling penting. (AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Spekulasi Seputar Mundurnya Pasukan Rusia dari Kherson: Strategi Tersembunyi atau Kekalahan Nyata", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2022/11/10/085214370/spekulasi-seputar-mundurnya-pasukan-rusia-dari-kherson-strategi?page=all#page2. Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum Editor : Bernadette Aderi Puspaningrum Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L 

TRIBUN-MEDAN.COM - Memasuki hari ke-260 serangan Rusia ke Ukaraina, pasukan Rusia mundur dari Kherson dam dilaporkan mengalami bentrok dengan pasukan Ukraina di atas Snihurivka, sebuah kota sekitar 30 mil sebelah utara Kherson.

Desa-desa dan kota-kota di Ukraina telah mengalami pertempuran dan penembakan yang lebih berat, saat pasukan Ukraina dan Rusia berusaha untuk maju dari sisi yang berbeda setelah lebih dari delapan setengah bulan perang.

Sedikitnya sembilan warga sipil tewas dan 24 lainnya luka-luka dalam 24 jam, menurut kantor Presiden Ukraina, yang juga menuduh Rusia menggunakan drone peledak, roket, artileri berat dan pesawat untuk menyerang delapan wilayah di tenggara negara itu.

Staf umum angkatan bersenjata Ukraina percaya sekitar 780 tentara Rusia tewas di negara itu pada hari terakhir.

Rusia mundur dari Kherson

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintahkan pasukan negara itu untuk mundur ke tepi kanan sungai Dnipro, sebuah langkah yang kemungkinan akan membuat Moskwa menyerahkan kota utama Kherson di selatan.

Kemenangan Ukraina di Kherson, salah satu target utama serangan balik Kyiv di selatan negara itu, akan dilihat secara luas sebagai pukulan signifikan bagi presiden Rusia Vladimir Putin.

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah upacara tingkat tinggi di Moskwa yang isinya mengumumkan pencaplokan Kherson, bersama tiga wilayah lainnya.

Jenderal Sergei Surovikin sendiri yang merekomendasikan untuk menarik pasukan Rusia dari tepi barat Sungai Dnieper karena alasan kesulitan logistik.

“Kherson tidak dapat sepenuhnya disuplai dan berfungsi. Rusia melakukan segala kemungkinan untuk memastikan evakuasi penduduk Kherson,” lapor Surovikin memberi tahu Shoigu dalam pembahasan perang yang disiarkan televisi.

“Keputusan untuk bertahan di tepi kiri Dnieper tidak mudah, pada saat yang sama kami akan menyelamatkan nyawa militer kami,” tambah Surovikin.

“Agen” Rusia di Ukraina tewas

Sementara itu, Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan yang ditempatkan Rusia di wilayah Kherson, tewas dalam kecelakaan mobil, kantor berita negara melaporkan, mengutip pejabat lokal yang didukung Rusia.

Stremousov, sebelumnya seorang blogger anti-vaksin dan marjinal politik, telah muncul sebagai salah satu wajah publik paling menonjol dari pendudukan Rusia di Ukraina.

Dia sering menggunakan media sosial untuk merekam video anti-Ukraina yang agresif. Kematian Stremousov terjadi ketika Ukraina tampaknya telah meluncurkan serangan baru untuk merebut kembali kota utama Kherson.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved