Rusia vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina di Hari ke-260, Pasukan Rusia Mundur dari Kherson hingga Harta Warga Dirampas

Memasuki hari ke-260 serangan Rusia ke Ukaraina, pasukan Rusia mundur dari Kherson dam dilaporkan mengalami bentrok dengan pasukan Ukraina

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri parade militer memperingati kemenangan dalam Perang Dunia II di Lapangan Merah, Moskwa, Rusia. Kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II yang dirayakan Rusia setiap 9 Mei adalah hari libur negara yang paling penting. (AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Spekulasi Seputar Mundurnya Pasukan Rusia dari Kherson: Strategi Tersembunyi atau Kekalahan Nyata", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2022/11/10/085214370/spekulasi-seputar-mundurnya-pasukan-rusia-dari-kherson-strategi?page=all#page2. Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum Editor : Bernadette Aderi Puspaningrum Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L 

"Seluruh kota kami penuh dengan orang asing dengan senjata," kata penduduk asli Energodar berusia 44 tahun itu.

Lyudmyla dan Oleksandr Shevchuk mengatakan pasukan Rusia di desa Kachkarivka wilayah Kherson mereka akan menerobos masuk ke rumah-rumah penduduk dan menyita ponsel.

Suami dan istri berusia 56 tahun itu menambahkan bahwa Rusia mungkin takut bahwa penduduk setempat akan menyerahkan posisi mereka kepada pasukan Ukraina di dekat garis depan.

"Mereka akan berjalan dari rumah ke rumah dengan senjata mereka. Kemudian mereka akan membuang semua telepon ke dalam ember dan pergi," kata Lyudmyla.

"Kami akan mengubur ponsel kami. Semua orang akan melakukan itu. Yang tidak mengubur ponsel mereka tepat waktu, semuanya kehilangan ponsel mereka," tambahnya.

Ibu dua anak Iryna Mykhaylena mengatakan tentara pernah menghentikan dia dan putrinya di tengah jalan di kota Berdyansk, wilayah Zaporizhzhia.

"Mereka mengobrak-abrik tasnya, mencari teleponnya. Pada hari yang sama, teman saya yang berusia 12 tahun berjalan sendirian di jalan dan juga dihentikan. Mereka juga menggeledah tasnya," kata makelar berusia 43 tahun

(*/tribun-medan.com/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved