Breaking News:

Polres Tapteng

Banjir Melanda 2 Kecamatan di Tapteng dan Merendam 8 Desa, Kapolres Lakukan Ini

Sebanyak 8 desa dari dua Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, terdampak bencana banjir dan tanah longsor

Editor: Sofyan akbar
Istimewa
Curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), menyebabkan sejumlah rumah terendam banjir dan longsor di Kecamatan Barus Utara, Jumat (11/11/2022). 

Banjir Melanda 2 Kecamatan di Tapteng dan Merendam 8 Desa, Kapolres Lakukan Ini

TRIBUN-MEDAN.com, TAPTENG - Sebanyak 8 desa dari dua Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, terdampak bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.

Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng) AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan berdasarkan data sementara yang dihimpun, terdapat 8 desa di Kecamatan Barus dan Kecamatan Barus Utara yang terdampak banjir dan longsor.

"Data sementara yang kami himpun ada 8 desa yang terdampak, 5 desa di Kecamatan Barus terdampak banjir dan 3 desa di Kecamatan Barus Utara terdampak tanah longsor," kata AKBP Jimmy Christian Samma, Jumat (11/11/2022).

Dia menjelaskan lima desa di Kecamatan Barus yang terdampak bencana banjir itu, yakni Kelurahan Padang Masiang, Desa Pasar Terandam, Desa Kampung Solok, Desa Sigambo gambo dan Desa Ujung Batu.

Sedangkan untuk tiga desa di Kecamatan Barus Utara, yang terdampak tanah longsor, yakni Desa Siharbangan, Desa Sihorbo dan Desa Aek Dakka.

"Kondisi terparah saat ini terjadi di Desa Sigambo Gambo, Kecamatan Barus. Saat ini tim yang terdiri dari Polres Tapteng, SAR, BPD dan TNI masih melakukan upaya evakuasi warga," ungkapnya.

Saat ini, lanjut perwira menengah Polri itu, tim SAR gabungan sedang melakukan evaluasi dan pendataan jumlah korban yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Dia menjelaskan pihaknya mendapat informasi bahwa ada korban yang tertimbun longsor. Namun, informasi tersebut belum bisa dipastikan sebab pihaknya masih menunggu alat berat untuk melakukan pembersihan material longsoran.

Akibat banjir dan tanah longsor akses jalan menuju dua kecamatan di Tapanuli Tapteng itu sempat terputus lantaran material longsoran menimbun badan jalan.

"Evakuasi secara manual masih terus dilakukan sembari menunggu alat berat tiba di lokasi. Tim gabungan sedikitnya sudah mengevakuasi 20 warga yang rumahnya terendam banjir," pungkasnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved