Bangunan Baru Roboh

TERUNGKAP, CV Yogi Lestari yang Kerjakan Proyek Bangunan Roboh di Kejari Medan

Pelan-pelan terungkap siapa kontraktor yang mengerjakan proyek bangunan

Penulis: Alfiansyah | Editor: Array A Argus
HO
Kondisi bangunan baru Kejari Medan ambruk, padahal baru dibangun. Nilainya mencapai Rp 2,4 miliar 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Proyek bangunan yang roboh di Kejari Medan ternyata dikerjakan oleh CV Yogi Lestari

Karena diduga asal-asalan, bangunan baru di Kejari Medan yang dananya bersumber dari hibah Pemko Medan itu roboh.

Padahal, proyek pembangunan gedung baru ini bernilai Rp 2,4 miliar. 

Menurut Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik Kota Medan, Siska Barimbing, seharusnya yang bertanggungjawab dalam mengawasi proyek pembangunan di Kejari Medan itu adalah Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Pemerintah Kota Medan.

Baca juga: Bangunan Baru Kejari Medan Roboh, Wakil Ketua DPRD Minta Pemegang Proyek Diproses Hukum

"Yang tetap mengelola itu Perkim Medan, kalau mau ditanya itu sama Perkim nya," kata Siska, rabu (16/11/2022). 

Menurutnya, setelah bangunan itu roboh dan ambruk, Wali Kota Medan, Bobby Nasution lantas meminta pengembalian dana 50 persen.

Seharusnya, kata Siska, PKP2R bisa lebih mempertanggungjawabkan dan memberikan informasi kepada publik soal perjanjian dengan pemenang tender.

"Jadi enggak serta merta kembalikan 50 persen, lihat dulu perjanjiannya itu. Makanya perlu adanya keterbukaan Perkim selaku pihak yang mengadakan tendernya," ujarnya.

Ditambahkan Siska, seharusnya sebelum proyek tersebut berjalan pihak Pemko Medan khususnya PKP2R memberitahu kepada publik siapa pemenang tender proyek miliaran tersebut.

Baca juga: Bangunan Baru Bernilai Rp 2,4 Miliar Ambruk, Pejabat Kejari Medan Tiarap tak Mau Bicara

"Siapa sih pemenang tendernya, PT nya. Dibuka itu perjanjiannya, seharusnya mereka memberikan garansi dalam perjanjian tender mereka," ungkapnya.

"Kalau dalam tempo sekian hari bangunan itu rusak, harus mereka jamin, mengenai kualitasnya kalau terjadi kerusakan,' tambahnya lagi.

Baginya, keterbukaan kepada publik tentang proyek miliaran yang menggunakan APBD itu harusnya transparan kepada masyarakat.

"Mereka nggak boleh menutup informasi, masyarakat berhak tau karena itu menggunakan uang rakyat, APBD Kota Medan, itukan uang rakyat jadi harus dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini semua pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut harus diperiksa.

Baca juga: Bangunan Baru Kejari Medan Hibah dari Pemko Medan Ambruk, Wali Kota Bobby Minta Uang Kembali

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved