Breaking News:

Kasus DBD

Kasus DBD di Kabupaten Asahan Cukup Tinggi Hingga November 2022

Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mencatat tingginya angka kasus demam berdarah dengue hingga November 2022

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Medan melakukan "fogging" atau pengasapan di Taman Ahmad Yani, Medan, Sumatera Utara, Jumat (06/03/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mencatat tingginya angka demam berdarah dengue (DBD) hingga November 2022.

Menurut Dinkes Kabupaten Asahan, saat ini ada 60 kasus DBD

"Di bulan ini ada 60 kasus demam berdarah yang kami tangani. Hal ini meningkat dari bulan-bulan sebelumnya yang hanya beberapa kasus," kata Kadinkes Kabupaten Asahan, dr Nanang, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Antisipasi DBD dan Malaria, Lapas Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Lakukan Fogging

Ia menduga, tingginya kasus DBD di Kabupaten Asahan karena faktor cuaca dan gaya hidup masyarakat yang tidak sehat.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu melakukan perilaku hidup sehat. Baik sehat lingkungan, dan sehat makanan," katanya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan dan mencari solusi terkait DBD yang mulai meningkat.

Baca juga: Kota Siantar Sempat Zona Merah DBD, Kini Sudah Diklaim Nol Kasus

"Kami masih memantau terhadap kasus-kasus baru. Kami berharap agar masyarakat tidak membuat genangan yang disengaja maupun tidak sengaja. Karena hal tersebut dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, ditambah saat ini sedang musim hujan," ujarnya.

Terpisah, warga bernama Riza yang keluarganya terpapar DBD berharap pemerintah bisa melakukan fogging di beberapa titik rawan demam berdarah.

"Ini tidak, kami meminta fogging sampai sekarang ga dilakukan," pengakuan Riza.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved