Breaking News:

Berita Sumut

Divonis Setahun 7 Bulan Penjara Kasus Kerangkeng Manusia, Pengamat: Karena Jaksa Menuntut Ringan

Dewa Peranginangin, Hendra Surbakti, Hermanto Sitepu dan Iskandar Sembiring sudah dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Stabat.

Penulis: Alfiansyah | Editor: mustaqim indra jaya
Tribun Medan/Muhammad Anil Rasyid
Suasana persidangan kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangi-Angin di Pengadilan Negeri Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dewa Peranginangin, Hendra Surbakti, Hermanto Sitepu dan Iskandar Sembiring sudah dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Stabat, pada Rabu (30/11/2022) tadi.

Dalam vonisnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada keempatnya selama 1 tahun 7 bulan penjara dalam perkara kerangkeng manusia milik Bupati Langkat Nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Baca juga: Hakim PN Stabat Vonis Dewa Peranginangin dan 3 Terdakwa Kerangkeng Manusia Setahun 7 Bulan Penjara

Padahal, jika dilihat dari rententan kasusnya, anak dan anggota Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin ini melakukan kejahatan kemanusiaan.

Dewa Peranginangin dan Hendra Surbakti terbukti bersalah atas kematian penghuni kerangkeng manusia bernama Abdul Sidik Isnur alias Bedul dan Sarianto Ginting.

Menurut Direktur Pusat Studi Pembaharuan Hukum dan Peradilan (Pushpa) Sumut, Muslim Muis, seharusnya para terdakwa ini dijatuhkan hukuman seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Namun nyatanya, JPU hanya menjatuhkan hukuman ringan bagi para terdakwa yakni dituntut tiga tahun penjara dan melanggar Pasal 351 ayat 3 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. 

"Seharusnya dituntut seumur hidup sama jaksanya, kalau jaksa menuntut ringan ada apa di situ. Itu perlu dipertanyakan, tuntutannya kok ringan," kata Muis kepada Tribun-medan, Rabu (30/11/2022).

Dikatakannya, jika mengacu kepada JPU vonis majelis hakim sudah lah tepat dengan menjatuhkan hukuman 1 tahun 7 bulan kepada para terdakwa.

Selain itu, terdakwa juga telah memberikan tunjangan kematian kepada kedua korban yang tewas di kerangkeng manusia, dengan nilai Rp 530 juta.

"Kalau tuntutan 3 tahun sudah paslah itu, kan dikurangi 2 per 3 nya. Diakan sudah ganti rugi, dia kan sudah menyerahkan uang, itu yang meringankan," sebutnya.

Baca juga: 4 Terdakwa TPPO Kerangkeng Manusia Langkat Divonis Hukuman Bervariasi, Ini Tanggapan Penasehat Hukum

Tetapi, ia menyayangkan mengapa hanya dua orang saja yang diberikan tunjangan kematian oleh terdakwa.

"Seharusnya jangan cuma dua korban saja yang lain juga harus diberikan, kan korbannya banyak kasus kerangkeng manusia itu," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved