Breaking News:

Berita Sumut

4 Terdakwa TPPO Kerangkeng Manusia Langkat Divonis Hukuman Bervariasi, Ini Tanggapan Penasehat Hukum

Empat terdakwa kasus Tindak Pidana Perdangangan Orang (TPPO) menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Langkat, Rabu (30/11/2022). 

Tribun Medan/Muhammad Anil Rasyid
Suasana persidangan kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangi-Angin di Pengadilan Negeri Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (30/11/2022).    

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Empat terdakwa kasus Tindak Pidana Perdangangan Orang (TPPO) menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (30/11/2022). 

Adapun keempat terdakwa TPPO tersebut adalah Terang Ukur Sembiring, Jurnalista Subakti, Suparman Peranginangin, dan Rajesman Ginting.

Baca juga: Hakim PN Stabat Vonis Dewa Peranginangin dan 3 Terdakwa Kerangkeng Manusia Setahun 7 Bulan Penjara

Pembacaan vonis itu, setelah empat terdakwa atas perkara kematian dua penghuni kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif dibacakan oleh majelis hakim.

"Menyatakan terdakwa Terang Ukur Sembing, Jurnalista Surbakti, Suparman Peranginangin, dan Rajesman Ginting, telah terbukti secara sah menyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sebagaimana dalam dakwaan yang kami terima," ujar Ketua Majelis Hakim, Halida Rahardhini

Lanjut Halida, keempat terdakwa divonis majelis hakim dengan kurangan penjara yang bervariasi. 

Terang Ukur divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, Jurnalista divonis 3 tahun penjara denda Rp 200 juta, dan Rajesman Ginting divonis 3 tahun penjara denda Rp 200 juta.

Sementara itu, Suparman Peranginangin hanya divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. 

Dan denda yang diterima masing-masing terdakwa jika tak mampu dibayarkan, diganti dengan kurungan penjara selama dua bulan. 

"Putusan majelis hakim berdasarkan fakta hukum yang terungkap dipersidangan, putusan majelis hakim bervariasi terhadap tindak pidana yang dilakukan masing-masing para terdakwa," ujar Halida.  

Bahkan ketua majelis hakim Ini mengatakan, satu orang terdakwa harus bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya. Bukan tehadap perbuatan yang didakwakan ke orang lain.

Sedangkan itu, sebelumnya keempat terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) delapan tahun penjara terbukti bersalah dan melanggar Pasal 10 UU No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

"JPU atas putusan ini, terima, banding, atau pikir-pikir," ujar Halida.

"Pikir-pikir majelis," ujar JPU, Indra Ahmadi Effendi Hasibuan. 

Ketua majelis hakim pun bertanya kepada para terdakwa, atas putusan yang dibacakan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved