Materi Belajar
Materi Belajar : Sejarah Agama Hindu, Dewa Trimurti Agama Hindu dan Sumber Ajaran Agama Hindu
Sejarah perkembangan agama Hindu menjadi topik bahasan dalam artikel di bawah ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Sejarah perkembangan agama Hindu menjadi topik bahasan dalam artikel di bawah ini. Adapun sub pembahasannya sebagai berikut :
- Sejarah Agama Hindu.
- Dewa Trimurti dalam agama Hindu.
- Sumber ajaran Hindu.
- Kelompok Komunitas Hindu.
- Tempat suci umat Hindu.
- Hari raya umat Hindu.
Sejarah agama hindu
Hindu adalah agama yang lahir di India. Nama Hindu terkait dengan nama tanah India (Indus). Perkembangan agama Hindu di India sangat erat kaitannya dengan sistem kepercayaan Arya yang masuk ke India pada tahun 1500 SM. Mereka menggantikan bangsa Dravida dan Munda yang memasuki India melalui Celah Khyber dan memerintah India.
Sebelum pendudukan Arya di India, India dihuni oleh bangsa Dravida. Bangsa Arya berhasil mengusir bangsa Dravida dan membawa perubahan besar dalam cara hidup masyarakat India. Bangsa Arya mengendarai ombak ke lembah Indus dan bergerak ke tenggara, menyebar ke lembah Gangga dan Yamuna.
Di Punjab (di wilayah Lembah Indus), bangsa Arya mampu menjaga kemurnian darahnya. Sementara itu, masyarakat lembah sungai Gangga dan Yamuna terintegrasi (bersatu) dengan penduduk asli bangsa Dravida. Integrasi ini telah menghasilkan campuran Arya dan Dravida mengenai tradisi dan sistem kepercayaan mereka.
Akhirnya lahirlah agama dan budaya Hindu. Dengan demikian, agama Hindu dapat digambarkan sebagai sinkretisme (percampuran) antara kepercayaan Arya dan Dravida.
Dewa Trimurti dalam agama Hindu
Ada 3 dewa utama yang menguasai dewa-dewa tersebut yang disebut Trimurti. Ketiga dewa tersebut adalah sebagai berikut.
1. Brahma (Pencipta)
Peran dewa ini adalah menciptakan dan mengatur atau menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta.
2. Wisnu (Dewa Pelindung)
Peran dewa ini adalah memelihara alam semesta yang diciptakan oleh dewa Brahma.
3. Siwa (Dewa Kehancuran, Pembinasa)
Peran dewa ini adalah untuk memutuskan kehancuran dan kehancuran sesuatu, baik itu manusia, hewan, atau kosmik. Siwa memiliki seorang putra yang menjadi dewa, yaitu Ganesha. Ganesha adalah dewa pengetahuan dan kebijaksanaan. Wujudnya adalah manusia bertangan empat dan berkepala gajah.
Sumber Ajaran Agama Hindu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejarah-Agama-Hindu.jpg)